BERITACIANJUR.COM – Akibat cuaca ekstrem yang diperkirakan masih melanda hingga Juni 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur akan memperpanjang penetapan status siaga darurat bencana.
Seperti diketahui, status siaga darurat bencana di Kabupaten Cianjur sebelumnya telah berakhir pada 30 April lalu, namun melihat kondisi cuaca saat ini status tersebut kemungkinan akan diperpanjang.
Keputusan tersebut diambil Pemkab Cianjur karena merujuk pada kondisi cuaca esktrem yang kerap menimbulkan bencana alam terutama banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah.
Terbaru, banjir bandang menerjang wilayah Kampung Cibolang, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Cianjur, Jumat (1/5/2026) lalu. Puluhan rumah warga terendam banjir, bahkan satu rumah mengalami rusak parah hingga jebol sehingga barang berharga tak banyak yang bisa diselamatkan akibat hanyut terbawa banjir.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan status siaga darurat bencana akan ditetapkan dengan menyesuaikan prediksi cuaca ekstrem yang memang diperkirakan akan terus berlanjut sampai Juni 2026.
“Iya untuk saat ini status siaga darurat bencana akan disesuaikan dengan prediksi cuaca ekstrem yang memang diprediksi akan terus berlanjut sampai Juni nanti,” ujar Wahyu kepada wartawan saat mengunjungi lokasi banjir di Mande, Jumat (1/5/2026).
Sebagai langkah antisipasi penanganan bencana, saat ini pihaknya sudah memetakan beberapa wilayah yang memang rawan terkena bencana.
“Untuk saat ini kami sudah memetakan wilayah-wilayah mana saja yang memang berpotensi terdampak bencana seperti banjir, longsor, dan bencana lainnya,” paparnya.
Merujuk pada hal tersebut, Pemkab Cianjur saat ini sudah menyiapkan anggaran dana kebencanaan untuk menghadapi kondisi cuaca esktrem dan kemungkinan peralihan musim yang berpotensi terjadinya kemarau panjang.
“Tentunya kita sudah memperkirakan bahwa pada tahun ini terdapat banyak permasalahan terutama akibat curah hujan yang tinggi dan kemungkinan terjadi kemarau panjang, sehingga dana untuk kebencanaan sudah kita persiapkan,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, menegaskan bahwa kemungkinan status siaga darurat bencana memang akan diperpanjang jika merujuk pada kondisi cuaca saat ini.
“Iya kami akan koordinasikan segera dengan pimpinan untuk langkah selanjutnya, kemungkinan untuk darurat siaga bencana memang akan diperpanjang,” pungkasnya.(gil)










