Dan Terjadi Lagi, Kasus Dugaan Keracunan MBG, Kali Ini Menimpa Puluhan Siswa dari Dua Sekolah di Cugenang

BERITACIANJUR.COM – “Dan terjadi lagi, kisah lama yang terulang kembali lagi”. Penggalan lirik lagu berjudul ‘Separuh Aku’ milik grup band Noah tersebut menggambarkan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cianjur yang kembali terjadi.

Kali ini dugaan keracunan usai menyantap menu MBG tersebut dialami puluhan siswa SDN Salakawung dan SMP Budi Luhur di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Kamis (11/9/2025).

Seperti diketahui, kasus dugaan keracunan MBG di Cianjur bukan kasus baru atau kali pertama, namun kasus lama yang terulang kembali. Sebelumnya, pada April 2025 menimpa puluhan pelajar MAN 1 Cianjur dan SMP PGRI 1 Cianjur, pada Agustus 2025 dialami 12 santriwati Yayasan Pendidikan Islam Assatinem Kecamatan Cidaun, serta pada 9 September 2025 menimpa 9 siswi MTs Islamiyah Sayang Cianjur.

Bahkan pada 22 Agustus 2025 lalu, ada temuan belatung di salah satu menu MBG milik siswa SMA Islamic Al-Irsyad Boarding School (IABS) Cipanas, Cianjur.

Terkait kasus terbaru di Cugenang, berdasarkan informasi yang dihimpun beritacianjur.com, puluhan siswa tersebut mengeluh pusing, mual, hingga muntah, diduga usai menyantap menu MBG. Kini 5 orang di antaranya sudah menjalani perawatan di Puskesnas Cugenang.

Kapolsek Cugenang, Kompol Usep Nurdin, mengatakan dari puluhan siswa yang diduga keracunan usai menyantap MBG tersebut, sebanyak 19 siswa dari SDN Salakawung dan 17 siswa dari SMP Budi Luhur.

“Tadi informasi yang saya dapatkan di lokasi, katanya secara keseluruhan totalnya ada 36 siswa dari dua sekolah di Desa Sarampad yang mengalami gejala keracunan. Namun hanya beberapa saja yang dirawat di puskesmas, sisanya masih bisa ditangani oleh tenaga medis di lokasi,” ujar Usep saat ditemui beritacianjur.com, Kamis (11/9/2025).

Ia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan telah ditemukan dua menu MBG yang terindikasi menjadi dugaan penyebab dari keracunan tersebut. Bahkan, dari temuannya tersebut pihaknya menilai dua menu dari MBG itu patut diselidiki terkait kelayakan standar gizinya.

“Tadi saya ke lokasi langsung dan menemukan ada nasi goreng dan telur yang dicampur oleh saus, dan itu menurut saya harus dipertanyakan terkait gizinya, apakah memang masuk dalam makanan bergizi atau bukan?” ungkapnya.

“Walaupun memang sudah ada ahli gizi dari penyedia dapurnya, namun karena temuan itu kami harus dalami juga nanti termasuk keseluruhan peristiwa keracunan ini,” tambahnya.

Untuk menindaklanjuti kejadian itu, sambung dia, kini pihaknya sudah memanggil pihak penyedia untuk dimintai keterangan terkait keracunan tersebut.

“Kami dari Polsek Cugenang akan menyelidiki kasus tersebut dan kami sudah memanggil pihak penyedia untuk dimintai keterangan sebagai bahan penyelidikan kami agar penyebab pastinya dapat terungkap, apakah ini karena dari MBG atau bukan karena sementara ini kami belum bisa memastikan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cugenang, Alit Sulastri, menuturkan kini pihaknya tengah menangani 5 orang di antaranya 4 siswa dari SDN Salakawung, 1 siswa dari SMPs Budi Luhur yang mengalami gejala keracunan dengan keluhan pusing, mual hingga muntah.

“Tadi setelah kami mendapatkan laporan siswa yang keracunan sekitar pukul 10.22 Wib, kami langsung mengirim petugas ke lokasi untuk melakukan penanganan, dan yang dirawat di puskesmas sekitar pukul 11.00 Wib ada 5 orang, 3 di antaranya sudah membaik dan bisa pulang, jadi tinggal dua siswa SD yang masih dirawat, sisanya kami tangani di lokasi,” tuturnya.

Menurutnya, kasus tersebut untuk sementara ini masih belum dapat dipastikan penyebabnya, namun pihaknya mengaku sudah mengambil sampel makanan untuk ditindaklanjuti oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur.

“Yang bisa menentukan penyababnya nanti dari tim kesehatan Dinkes Cianjur, karena kalau kami belum dapat mengungkap penyebab kejadian itu untuk saat ini, dan yang pasti kami akan siaga terus memantau keadaan di lokasi,” pungkasnya.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *