BERITACIANJUR.COM – Sebanyak 18 ekor buaya di penangkaran Cianjur, tepatnya di Kampung Gunung Calung, Kelurahan Sayang mati saat proses evakuasi.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) mengatakan, hal tersebut diduga karena buaya-buaya tersebut mengalami stres selama proses evakuasi.
“Sebelumnya (tahap pertama) ada 5 ekor yang mati. Dan di tahap kedua evakuasi, ada lagi yang mati saat proses evakuasi dan di perjalanan. Total ada 18 ekor buaya yang mati,” ujar Kepala Bidang KSDA Wilayah I Bogor Diah Qurani Kristina, Rabu (23/10/2024).
“Buayanya besar, ditarik dari kolam ke darat, masuk kotak sehingga membuat stres. Kita juga sudah konsultasi dengan dokter hewan. Jadi murni karena proses evakuasi,” tambahnya.
Ia menuturkan, jumlah keseluruhan buaya di penangkaran Cianjur ada 64 ekor. Namun dikurangi 18 ekor yang mati, sehingga buaya yang berhasil dievakuasi sekitar 46 ekor.
“Evakuasi pertama dilakukan pada 3 dan 4 Oktober. Kemudian dilanjutkan pada 15-17 Oktober 2024. Total yang kami evakuasi ada 64 ekor dari yang semula 80 ekor yang dititipkan. Ada 16 ekor yang tidak ditemukan, kemungkinan mati dan dimakan buaya lain. Karena kan mereka sifatnya kanibal,” bebernya.
Ia menyebut, 46 ekor buaya yang dievakuasi telah dititipkan di dua tempat penangkaran yang berbeda.
“Ada yang ke penangkaran di Cikananga Sukabumi dan sisanya ke Sumatera Selatan,” pungkasnya.(gap)







