BERITACIANJUR.COM – Di tengah pro kontra masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur tetap meresmikan program Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, soal Gerakan Poe Ibu (Sapoe Sarebu) atau sumbangan Rp1.000 per hari, Jumat (17/10/2024).
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menilai pro kontra masyarakat terkait Gerakan Poe Ibu merupakan hal wajar dalam setiap munculnya kebijakan baru.
“Pro kontra ini wajar sekali. Niat kita baik, untuk membantu masyarakat kurang mampu. Kita terbuka terhadap masukan agar gerakan ini makin tepat sasaran dan bisa diterima semua pihak,” ujarnya.
Wahyu menerangkan, Gerakan Poe Ibu akan dimulai dari lingkup pemerintahan yakni di kalangan ASN dan diharapkan bisa menjadi contoh, sebelum akhirnya gerakan tersebut diperlua ke masyarakat.
“Jadi program ini kita mulai dari ASN dulu. Kalau di ASN sudah berjalan dan sudah ada contoh, baru masyarakat bisa ikut bersama-sama. Langkah program ini secara bertahap, tapi tujuannya untuk gerakan bersama,” terangnya.
Ia memaparkan, Gerakan Poe Ibu merupakan ajakan kepada aparatur pemerintah untuk membudayakan kebiasaan menyisihkan seribu rupiah per hari. Dana yang terkumpul, sambung dia, diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu khususnya yang membutuhkan di bidang kesehatan.
“Sebenarnya, gerakan ini bukan hal baru dan sudah ada sejak lama di masyarakat Cianjur, yakni perelek. Hanya saja kali ini kita lakukan secara resmi agar lebih terarah. Intinya, ingin membudayakan saling mengasihi sesama dan membantu mereka yang masih belum beruntung,” ungkapnya.
Saat ditanya Gerakan Poe Ibu bakal diterapkan ke kalangan pelajar, Wahyu menegaskan, tidak akan ada pungutan namun nilai yang ditanamkan diharapkan bisa menjadi contoh semangat gotong royong sejak dini.
“Jadi kita ingin menanamkan semangat kebersamaan sejak dini dan untuk siswa tidak ada pungutan. Jadi nanti teknis pengumpulannya bisa lewat instansi, kecamatan atau desa. Pokoknya, teknisnya itu menyesuaikan siapa yang ikut,“ pungkasnya.(gil)







