Diresmikan Menteri Kebudayaan, Pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang Akhirnya Kembali Dilanjutkan

BERITACIANJUR.COM – Pemugaran Situs Gunung Padang akhirnya kembali dilakukan oleh Tim Peneliti Situs Gunung Padang, dan langsung dihadiri oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Selasa (7/10/2025).

Berdasarkan informasi yang dihimpun beritacianjur.com, tahap pemugaran kali ini dilakukan setelah Tim Kajian dan Pemugaran Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional Gunung Padang melakukan kegiatan konsinyering di Jakarta pada 2-5 Oktober 2025.

Kegiatan yang dilakukan bersama sejumlah instansi, hingga pihak ahli terkait bertujuan untuk mengumpulkan hasil kajian dan penelitian terdahulu, hingga merujuk pada perkembangan kajian terkini di Situs Gunung Padang dan menyusun rencana kegiatan lanjutan.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan Situs Gunung Padang merupakan Punden Berundak yang artinya sebuah tempat piramidanya Indonesia.

“Kami berharap agar kajian dan pemugaran berjalan lancar dan hasilnya dapat menjadi kebanggaan bangsa dan negara Indonesia” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Situs Megalitikum Gunung Padang, Ali Akbar menuturkan pihaknya bakal melakukan pemugaran dengan mengikuti perundang-undangan yang berlaku, dan dengan proses yang bertahap.

“Tim bekerja secara seksama dan hati-hati serta mengikuti perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan kajian, kemungkinan pemugaran akan dilakukan secara bertahap dengan menerapkan prioritas,” tuturnya.

Menurutnya, prioritas awal dimulai dengan melakukan pemugaran di sisi situs yang berupa lereng bukit atau gunung. Lereng yang cenderung curam akan diperkuat untuk mencegah atau mengurangi longsor.

“Berdasarkan hasil kajian diketahui pada bagian lereng sejak masa prasejarah telah diperkuat dengan susunan batu-batu. Setelah ribuan tahun, susunan tersebut sebagian telah roboh. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemugaran yang juga merupakan bagian dari upaya pelindungan,” paparnya.

Kemudian, sambung dia, hasil kajian sebelumnya diketahui terdapat potensi sumber batuan columnar joint di Ciukir yang posisinya tepat berada di selatan situs.

“Potensi sumber batuan lainnya terdapat di utara yakni di Pasir Pogor. Berdasarkan hasil kajian lebih lanjut ternyata Ciukir memiliki potensi yang lebih besar. Hasil survey menunjukkan kesamaan bentuk dan ukuran dengan columnar joint yang terdapat di Situs Gunung Padang. Kajian akan dilanjutkan dengan analisis laboratorium untuk memperoleh kepastian,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, tahap awal pemugaran dalam proses penelitian lanjutan Situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur dimulai dengan pengecekan lokasi yang dilakukan oleh Tim Peneliti Situs Megalitikum Gunung Padang, Sabtu (2/8/2025).

Ali Akbar mengatakan, tahapan ini merupakan langkah persiapan untuk kegiatan pemugaran dan penelitian lanjutan yang nantinya bakal diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

“Kemungkinan besar nanti akan dimulai oleh Menteri Kebudayaan, sehingga saya dan teman-teman kali ini mempersiapkan peresmian tersebut. Tetapi memang bisa dikatakan sudah dimulai kegiatan ini untuk pemugaran,” ujar Ali kepada wartawan.

Menurutnya, selain persiapan untuk sosialisasi kepada masyarakat, tahapan awal juga berfokus untuk melakukan pengecekan kondisi teras terkini di sejumlah area Situs Gunung Padang.

“Setelah kita melihat keadaan saat ini memang banyak sekali batu yang sudah miring, patah dan kita juga sudah menandai beberapa tempat yang mungkin kita akan lakukan ekskavasi arkeologi,” imbuhnya.

Namun, lanjutnya, pemugaran hanya akan dilakukan di beberapa area teras tertentu saja, mengingat area keseluruhan Situs Gunung Padang yang luas, sehingga untuk tahapan awal kegiatan pemugaran tidak akan secara menyeluruh.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *