oleh

DPRD Cianjur Dorong Plt Bupati Lakukan Klarifikasi, CRC: Semakin Bungkam Semakin Kuat Dugaan Korupsinya

BERITACIANJUR.COM – BUNGKAMNYA Plt Bupati Cianjur dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Cianjur terkait dugaan korupsi APBD yang berpotensi menimbulkan kerugian senilai Rp530,9 M, mengundang reaksi dari anggota DPRD Cianjur.

Ketua Fraksi PKB Cianjur, Dedi Suherli mendorong agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur segera memberikan tanggapan terkait pemberitaan dugaan rekayasa pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019, yang makin hangat menjadi perbincangan publik.

“Tak bisa dihadapi dengan diam dan harus segera klarifikasi. Jangan biarkan masyarakat bingung dan harus segera memberikan kejelasan,” ujarnya kepada beritacianjur.com, Selasa (2/3/2021).

Menurutnya, jika pemberitaan terkait dugaan korupsi APBD tidak benar, maka seharusnya Plt Bupati Cianjur Herman Suherman dan TAPD Cianjur segera memberikan bantahan atau karifikasi. Hal itu dilakukan agar tidak membuat masyarakat kebingungan.

Sebelumnya, Dedi meminta alat kelengkapan DPRD Cianjur dalam hal ini Komisi A yang leading sektornya terkait urusan hukum dan pemerintahan, untuk segera merespon.

“Alat kelengkapan DPRD Cianjur harus segera merespon informasi-informasi masyarakat terkait dugaan korupsi yang terus beredar di media,” katanya belum lama ini.

Menurutnya, jangan sampai ada anggapan bahwa kelembagaan DPRD Cianjur tidak responsif atau acuh tak acuh terhadap isu-isu hukum yang tengah ramai di kalangan masyarakat.

“DPRD harus segera merespon, karena jika terus dibiarkan, kita takut dituduh oleh masyarakat sekongkol terkait isu tersebut dengan Kepala Daerah Cianjur yang menjadi terduganya,” katanya.

Menanggapi reaksi dari Fraksi PKB tersebut, Direktur Pusat Kajian Kebijakan Publik, Cianjur Riset Center (CRC), Anton Ramadhan menilai, semakin ramai diberitakan dan semakin Plt Bupati Cianjur saparakanca bungkam, maka semakin kuat juga dugaan korupsinya.

“Logika sederhana, jika merasa tidak benar terkait dugaan korupsi APBD, maka seharusnya segera membantah dan menjelaskan fakta yang sebenarnya. Selain menguatkan dugaan korupsi, dengan bungkam juga tidak mencerminkan pemimpin yang baik,” pungkasnya.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *