BERITACIANJUR.COM – Teror pelemparan bom molotov ke rumah dua tim sukses salah satu calon kepala desa di Kecamatan Ciranjang, Cianjur, diduga berkaitan dengan pemilihan kepala desa (Pilkades).
Seperti diketahui, Pilkades Serentak 2026 bakal digelar di 47 desa di Cianjur yang direncanakan dihelat pada 8 November 2026, termasuk beberapa desa di Kecamatan Ciranjang.
Aksi teror pelemparan molotov tersebut terekam dalam CCTV. Dalam video terlihat, dua orang yang menggunakan sepeda motor melempar molotov ke salah seorang tim pemenangan calon kades, hingga rumah dan kendaraannya nyaris terbakar.
Salah satu korban diketahui bernama Budi Aji Gunawan yang merupakan warga Kampung Cibogo, Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Cianjur.
Sebelum teror pelemparan molotov terjadi di kediamannya, Budi mengaku sebelumnya dia mendapatkan kabar bahwa rekannya yang merupakan ketua tim pemenangan salah satu calon kades di Desa Mekargalih mendapatkan teror molotov.
“Jadi sebelum kejadian di rumah saya, ada kabar dulu di grup WhatsApp bahwa rumah rekan saya yang sama-sama tim pemenangan calon kades rumahnya dilempari molotov. Karena keburu diketahui dan langsung dipadamkan, jadi tidak sampai membakar rumah,“ ujar Budi, Sabtu (31/10/2026).
Terkait kejadian di rumahnya, Budi mengatakan, awalnya ia ditegur istri yang mengira dirinya sedang membakar sampah dekat dengan tembok rumah.
“Kejadiannya di rumah rekan saya dulu, tak lama kemudian terjadi di rumah saya. Pas kejadian di rumah, istri saya mengira saya bakar sampah, saya kaget karena saya tidak bakar sampah. Saat dicek ada api di dekat rumah dan dekat mobil,“ ungkapnya.
“Khawatir apinya membesar dan merembet, saya langsung memadamkan api dan setelah padam saya menemukan ada pecahan botol di dekat titip api,“ sambung Budi.
Dikarenakan kejadian yang dialaminya serupa dengan apa yang dialami rekannya yang sama-sama tim pemenangan salah satu calon kades, ia langsung menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan Pilkades Serentak 2026.
“Kejadian serupa di hari yang sama walaupun dalam waktu yang berbeda. Hanya beda beberapa jam saja,“ sebutnya.
Sementara itu, Kapolsek Ciranjang, AKP Yuddi Suharjo, menyebutkan petugas piket siaga mako sudah mendatangi TKP adanya dugaan pelemparan bom molotov di dua rumah warga. “Petugas Polsek Ciranjang sudah melakukan olah TKP,“ pungkasnya.(gil)







