BERITACIANJUR.COM – Ketua DPRD Cianjur, Metty Triantika, menyambut baik rencana PT KAI yang akan meluncurkan kereta wisata Jakalalana, yang menghubungkan Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur.
Menurutnya, peluncuran kereta wisata Jakalalana akan menjadi simbol kebangkitan baru bagi perkonomian rakyat Cianjur.
“Di momen ini, peluncuran tersebut akan menjadi kebangkutan Cianjur di Hari Pahlawan. Semangat perjuangan pahlawan harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata untuk memajukan ekonomi dan pariwisata daerah. Jadi, Jakalalana adalah simbol kebangkitan ekonomi rakyat Cianjur, ujarnya, Senin (10/11/2024).
Bendahara Umum DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat tersebut juga menilai, selain urusan transportasi wisata, inisiatif PT KAI meluncurkan Jakalalana patut didukung karena bisa membangkitkan kembali spirit kolektif Cianjur sebagai kota yang memiliki nilai historis tinggi.
“Kita harus ingat, Cianjur pernah menjadi Ibu Kota Priangan dan menjadi pusat kebudayaan Sunda di abad ke-19,“ ungkapnya.
Metyy juga mengungkapkan, di Cianjur banyak melahirkan tokoh-tokoh yang berjuang untuk rakyat dan ilmu pengetahuan, salah satunya Raden Aria Adipati Prawiradiredja II yang dikenal sebagai bupati pembaru dan pelopor modernisasi di Tatar Priangan.
“Raden Aria Adipati Prawiradiredja II ini mendidik rakyat dengan kerja, kesantunan, dan semangat kebangsaan jauh sebelum republik berdiri,” paparnya.
Dalam membangun Cianjur masa kini, sambung dia, nilai-nilai kepemimpinan dan pengabdian Prawiradiredja II patut dijadikan teladan.
“Kalau dulu pahlawan berjuang dengan keberanian dan keikhlasan, sekarang kita melanjutkan perjuangan itu dengan pelayanan publik, inovasi ekonomi, dan keberpihakan pada rakyat kecil,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kereta wisata Jakalalana ini akan berhenti di 17 stasiun, mulai dari Jakarta hingga Cianjur, dengan melintasi lanskap indah Gunung Gede Pangrango, Cipanas, dan kawasan Pacet.
“Jadi kereta ini akan membuka akses wisata baru dan menjadi katalis bagi sektor-sektor lokal seperti kuliner, penginapan, seni budaya, serta UMKM. Pariwisata bukan sekadar hiburan, tapi ruang kerja sama sosial dan budaya. Kita harus siap menyambut wisatawan dengan wajah Cianjur yang ramah, bersih, dan berbudaya,” bebernya.
Jika dikaitkan dengan momen Hari Pahlawan, lanjut Metty, jalur kereta yang diproyeksikan menjadi magnet wisata baru di Jawa Barat selatan ini, diharapkan menjadi momentum dan sebagai pengingat bahwa membangun daerah adalah bentuk kepahlawanan masa kini.
“Dari rel Jakalalana inilah kita menempuh perjalanan baru, yakni perjalanan menuju Cianjur yang maju, berbudaya, dan berkeadaban,” tutupnya.(gil)







