H-1 Idul Adha, Harga Cabai di Pasar Cianjur Meroket

BERITACIANJUR.COM – Sehari menjelang Idul Adha, harga cabai tanjung dan ayam di pasar tradisional di Kabupaten Cianjur mengalami kenaikan harga. Bahkan harga cabai tanjung tembus Rp 100 ribu per kilogram.

Asep (45), pedagang sayur di Pasar Muka, mengatakan, sejak beberapa hari menjelang Idul Adha, beberapa komoditas sayur dan bumbu dapur mengalami kenaikan harga. Puncaknya terjadi di H-1 Idul Adha.

“Kalau lebaran idul fitri atau idul adha itu suka naik, bahkan pernah ada satu komoditas yang naiknya sampai 3x lipat dari harga normal,” ucap dia, Minggu (16/6/2024).

Menurut dia, harga cabai yang normalnya Rp 60 ribu per kilogram melonjak menjadi Rp 100 ribu per kilogram. Selain itu, harga kentang juga mengalami kenaikan dimana yang semula Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

“Yang paling signifikan cabai merah, kenaikannya sampai Rp 40 ribu dari harga normal,” kata dia.

Sama halnya dengan di pasar Muka, kenaikan harga sayur juga terjadi di Pasar Cipanas. Beberapa komoditas sayur naik sekitar Rp 2.000-Rp5.000 per kilogram.

Harga kentang yang normalnya Rp 18.000 menjadi Rp 22.000, bawang putih dari harga Rp 40.000 menjadi Rp 45.000, wortel dari harga Rp 8.000 menjadi Rp 10.000, dan tomat dari harga Rp 15.000 menjadi Rp 20.000.

“Tadi saya beli sayur, ternyata semuanya mengalami naik semua, rata-rata sih naiknya ga sampe lebih dari lima ribu dari harga normal ya. Naik segitu juga lumayan buat kita, dikarenakan saya tuh kan harus hemat,” ucap Nur, salah satu pembeli.

Di sisi lain, harga daging ayam juga mengalami kenaikan. Aceng (35) penjual ayam Pasar Cipanas, mengatakan harga daging ayam naik dari harga normal Rp 40.000 menjadi Rp 45.000.

Baca Juga  Bupati Cianjur Disebut Bohong Lagi soal Audiensi, Massa Aksi Masih Dirikan Tenda di Depan Pendopo

“Biasanya 2 hari sebelum hari raya idul Adha harga ayam tuh naik, kenaikan nya paling kayak hari ini per kilogramnya tuh Rp 40 ribu jadi Rp 45 ribu, naik lima ribu rupiah,” ujar dia.

Kenaikan harga bahan pangan ayam ini bukan tanpa sebab, saat menjelang idul adha, meningkatnya permintaan bahan pangan ayam potong ini adalah salah satu penyebab harganya naik.

“Permintaan tinggi tapi stok terbatas jadi harganya naik. Tapi kenaikannya dari distributor, kalau pedagang mengikuti. Karena dari distributor naik jadi harga di pasar juga naik,” pungkasnya.(rizkimuharam/vitoandriyaksa/mahasiswaunpicianjur/pesertabengkeljurnalistik).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *