BERITACIANJUR.COM – Iran meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone peledak ke kawasan Israel, Sabtu (13/4/2024) malam.
Hal tersebut merupakan tindakan balasan atas serangan yang dilakukan Israel ke Komplek Kedutaan Besar Iran di Damaskus, Suriah pada 1 April 2024 lalu yang telah menewaskan 13 orang korban.
Selain itu, sesuai dengan Pasal 51 Piagam PBB, serangan Iran terhadap Tel Aviv tersebut merupakan serangan pertahanan diri yang sah.
“Sebagai respons terhadap kejahatan yang dilakukan rezim zionis, termasuk serangan terhadap bagian konsuler,” tulis pernyataan Korp Garda Revolusi Islam (KGRI) mengutip AFP, Sabtu (13/4/2024).
Juru Bicara Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari menyebut, bahwa sebagian besar serangan rudal dan drone tersebut telah dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Israel dan hanya membuat pangkalan militer Israel mengalami sedikit kerusakan.
“Hanya beberapa rudal yang jatuh di kawasan negara Israel dengan sedikit kerusakan pada pangkalan militer di selatan, hanya sedikit kerusakan pada infrastruktur,” ujarnya, Minggu (14/4/2024).
Sementara itu, Presiden Amerika, Joe Biden mengutuk keras serangan Iran terhadap Israel.
“Iran dan proksinya yang beroperasi Yaman, Suriah, dan Irak melakukan serangan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap fasilitas militer di Israel. Saya mengutuk keras serangan-serangan ini,” ujar Biden dalam keterangan resmi Gedung Putih, Minggu (14/4/2024).
Militer AS, lanjut Biden, akan dikerahkan untuk mendukung pertahanan Israel dan mengklaim pasukannya telah membantu menghancurkan seluruh drone serta rudal yamg mas
uk ke kawasan Israel.(gap/bbs)












