Kang Edan Berpeluang Imbangi Petahana di Pilkada Cianjur 2024

BERITACIANJUR.COM – Edi Dharma Pohan, yang akrab disapa Kang Edan, menunjukkan potensi besar untuk mengimbangi petahana dalam Pilkada Cianjur 2024. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Index Politica, posisi Kang Edan berada di urutan kedua dengan selisih hanya 7% dari Bupati Herman Suherman.

Figur-figur yang terpotret dari hasil survei di antaranya Bupati Herman Suherman (26,76%), Edi Dharma Pohan (19,56%), Deden Nasihin (15,23%), Lepi Ali Firmansyah (8,35%), dan Tb Mulyana Syahrudin (5,12%). Para figur politikus yang muncul di Kabupaten Cianjur merupakan sosok yang familiar dan eksis di setiap perhelatan pesta demokrasi.

Mengomentari hasil survei tersebut, Kang Edan mengucapkan terima kasih kepada warga Cianjur. “Saya berterima kasih kepada warga Cianjur, yang bisa menerima kehadiran saya, sekaligus dengan program yang ingin saya lakukan untuk masyarakat Cianjur ke depan. Saya melihat ada harapan kuat dari masyarakat untuk terjadinya perubahan dan perbaikan, meski untuk itu diperlukan usaha besar dan biaya yang cukup besar. Mungkin karena masyarakat tak ingin janji kosong, di samping itu situasi ekonomi masyarakat yang sangat sulit mau tidak mau membuat mereka lebih pragmatis,” ujar Kang Edan.

Ia juga menekankan pentingnya pengorbanan yang ‘edan’ atau luar biasa untuk merebut hati masyarakat Cianjur. “Artinya dibutuhkan pengorbanan yang cukup ‘edan’ agar bisa merebut hati masyarakat Cianjur. Tidak hanya omong-omong saja. Harus sudah terbukti mau memberi dan berbuat untuk masyarakat,” tambah Kang Edan.

Adapun langkah Kang Edan ke depan adalah menunggu keputusan dari DPP Golkar sambil terus menjalankan kegiatan sosial. “Langkah tetap menunggu keputusan DPP Golkar, sambil terus menjalankan kegiatan utama kita, membagikan makanan bergizi dan susu gratis ke seluruh pelosok Cianjur. Sambil tentu berdoa agar bisa berbuat yang terbaik untuk masyarakat,” jelasnya.

Dengan harapan besar, Kang Edan mengajak seluruh masyarakat Cianjur untuk bersatu. “Harapannya, saya berharap bisa bersama-sama dengan segenap masyarakat Cianjur untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Karena tidak mungkin bila saya sendirian saja. Mari kita edankeun,” tandasnya.

Diketahui, Koalisi Sugih Mukti, yang terdiri dari Partai Golkar, Gerindra, NasDem, dan PKS, juga menjadi ancaman serius bagi petahana Herman Suherman. Pada Pilkada 2024, Herman didukung oleh PKB, Demokrat, PDI Perjuangan, PAN, dan PPP. Koalisi Sugih Mukti, dengan kekuatan hampir 60% kursi di legislatif hasil Pileg 2024, berpotensi besar mengalahkan petahana.

Menurut Direktur Eksekutif IndexPolitica, Hasrul Harahap, tiga partai politik besar yang menjadi afiliasi masyarakat Kabupaten Cianjur saat ini adalah Partai Golkar, Gerindra, dan PKB. “Afiliasi masyarakat Kabupaten Cianjur terhadap partai politik itu dipimpin Partai Golkar, kemudian ada Partai Gerindra dan PKB,” ucap Hasrul seusai memaparkan hasil survei persepsi masyarakat Kabupaten Cianjur menjelang Pilkada 2024, Rabu (17/7) petang.

Dari ketiga partai tersebut, Golkar dan Gerindra telah berkoalisi untuk Pilkada 2024, bersama dengan NasDem dan PKS. “Kalau kedua partai ini ditambah NasDem dan PKS mengusung pasangan calon, maka akan menjadi kekuatan besar karena melebihi daripada 60% di legislatif. Jika mereka menggerakkan semua kekuatan partainya, relawan, dan kader untuk memenangkan figur yang diusung, maka ini adalah hal yang bisa mengancam petahana,” tambah Hasrul.

Koalisi Sugih Mukti memiliki 28 kursi di legislatif, dengan Golkar sebanyak 10 kursi, Gerindra 7 kursi, NasDem 6 kursi, dan PKS 5 kursi. Sementara koalisi pengusung petahana memiliki 22 kursi di DPRD. Meskipun demikian, hingga saat ini Koalisi Sugih Mukti belum mendeklarasikan pasangan calon yang akan diusung.

Survei IndexPolitica, yang dilakukan selama periode 20-30 Juni 2024, bertujuan untuk memotret persepsi masyarakat Kabupaten Cianjur menjelang Pilkada. “Hasil survei merupakan bentuk informasi kepada masyarakat, termasuk figur politisi serta elite partai politik di kabupaten, provinsi, maupun di DPP,” tutur Hasrul.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *