BERITACIANJUR.COM – Belum lama setelah 20 hektar lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango hangus terbakar, peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Cianjur.
Kali ini, kebakaran lahan melanda kawasan perbukitan di Kampung Irigasi, Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Senin (10/8/2026).
Seorang warga sekitar, Jaja (48), membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, api pertama kali terlihat sejak pukul 17.30 Wib dan terus menjalar di kawasan perbukitan tersebut hingga pukul 19.30 Wib.
“Iya tadi api tiba-tiba terlihat berkobar di atas bukit, awalnya api terlihat kecil namun seiring waktu tadi api mulai menjalar membakar kawasan itu,” ujar Jaja saat ditemui wartawan.
Ia menyebutkan, sejumlah warga sempat hendak berupaya melakukan pemadaman, namun kondisi jalur menuju lokasi kebakaran yang sulit dilalui karena berada di atas bukit, sehingga belum ada penanganan sejak awal kejadian.
“Dari awal kejadian belum ada penanganan karena lokasinya sulit dijangkau, posisinya ada di atas bukit, susah dilalui. Tadi juga ada beberapa warga yang mencoba ke atas, namun tetap saja susah dilalui, jadinya kami hanya bisa menyaksikan saja dari bawah,” katanya.
Alih-alih panik, menurut Jaja, sejumlah warga sekitar malah asyik menonton karena merasa sudah terbiasa menyaksikan kebakaran di kawasan perbukitan tersebut. Pasalnya, kebakaran di perbukitan itu sudah terjadi keempat kalinya, bahkan tanpa penanganan pun api padam dengan sendirinya.
“Tadi sudah mengubungi pemadam kebakaran, namun tetap saja mereka juga sulit menjangkau lokasi. Kebakaran seperti ini sudah sering terjadi, terakhir kejadian di tahun kemarin, dan api biasanya nanti juga padam dengan sendirinya walaupun tanpa penanganan,” paparnya.
Untuk kondisi terkini sekitar pukul 20.00 Wib, sambung dia, api sudah tidak terlihat berkobar, hanya saja sisa bara api masih terlihat menyala kecil di kawasan perbukitan tersebut.
“Kondisi sekarang saja api sudah mulai mengecil, kira-kira beberapa jam ke depan juga api akan padam sendirinya seperti biasanya,” tuturnya.
Menurut dia, penyebab kebakaran lahan tersebut diduga terjadi akibat adanya faktor manusia alias aktivitas pembakaran sampah di kawasan perbukitan tersebut.
“Kurang tahu pasti, tapi kemungkinan dugaan kuat ada faktor kesengajaan atau aktivitas pembakaran di kawasan itu,” pungkasnya.(gil)









