BERITACIANJUR.COM – Kebakaran lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Cianjur, semakin meluas, Minggu (9/8/2026).
Setelah sebelumnya terjadi kebakaran di dua titik berbeda, yakni pada Kamis (6/8/2026) dan Jumat (7/8/2026), kini 10 titik api baru muncul di area Kawah Wadon.
“Api kembali berkobar. Kami mendeteksi sedikitnya ada 10 titip api baru yang terlihat,” ujar Relawan Basecamp Gunung Gede Pangrango, Hermansyah.
Untuk terus melakukan berbagai upaya pemadaman dengan menggunakan alat seadanya, ia menyebutkan sebanyak 40 personel dikerahkan ke lokasi.
Selain medan yang terjal, sambung dia, keberadaan sumber air di sekitar lokasi yang sulit didapatkan menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.
“Terdapat sekitar 40 personel gabungan yang sejak hari kemarin hingga saat ini stay di sekitar lokasi kebakaran. Personel gabungan masih melakukan upaya pemadaman dengan menggunakan alat seadanya,” katanya.
“Rencananya proses pemadaman akan dilakukan dengan air yang diangkut secara estafet agar dapat mendekati ke area kebakaran,” tambahnya.
Hermansyah menuturkan, personel gabungan juga telah membuat parit untuk menyekat titik api agar tidak terus meluas.
“Berbagai upaya terus dilakukan agar api dapat segera padam dan tidak terus meluas. Kondisi personel juga sudah lelah, sehingga dibutuhkan tambahan personel segera dengan melengkapi alat pemadam api ringan (APAR),” paparnya.
Sementara itu, Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Agus Deni menyebutkan, dugaan sementara kebakaran lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango terjadi akibat faktor alam.
“Kemungkinan karena faktor alam, bisa saja karena gesekan ranting atau daun kering serta kondisi cuaca panas akibat musim kemarau,” pungkasnya.
Sebelumnya, kebakaran melanda lahan kawasan TNGGP Cianjur selama dua hari berturut-turut di dua lokasi berbeda.
Pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 15.00, kebakaran melanda kawasan Alun-alun Suryakancana yang lokasinya mendekati Gunung Gumuruh. Dengan alat seadanya, api bisa dipadamkan setelah tiga jam penanganan.
Kemudian pada Jumat (7/6/2026), kebakaran kembali melanda. Api semula muncul pada pagi hari lalu kemudian membesar pada siang hari. Bahkan hingga Jumat malam api masih belum padam.(gil)









