BERITACIANJUR.COM – Seekor lutung Jawa yang sebelumnya viral karena tertabrak truk boks di Jalan Raya Cianjur-Bandung, Kampung Curug, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, akhirnya diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat untuk menjalani pemeriksaan dan rehabilitasi.
Penyerahan satwa dilindungi tersebut dilakukan di Mapolres Cianjur, Sabtu (12/9/2026), setelah sebelumnya dievakuasi oleh pihak kepolisian dari lokasi kejadian.
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi mengatakan, lutung tersebut dievakuasi setelah masyarakat melaporkan adanya satwa yang terserempet kendaraan boks di wilayah Ciranjang.
“Awalnya masyarakat mengadukan ke Polsek Ciranjang telah terjadi kecelakaan, di mana ada lutung yang terserempet oleh jenis kendaraan boks. Kemudian dari pihak Polsek langsung datang ke TKP, mengevakuasi lutung tersebut dan diamankan di Polsek. Kami langsung evakuasi dan dibawa ke Satlantas Polres Cianjur,” ujar Aang, Sabtu (12/9/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan BKSDA Jawa Barat untuk penanganan lutung tersebut.
“Kami berkoordinasi dengan instansi terkait, yaitu dari BKSDA. Karena memang yang berkompeten terkait dengan hewan ini (karena dilindungi), maka kami serahkan ke pihak BKSDA. Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang sudah melaporkan kejadian tersebut,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor kepada kepolisian apabila menemukan kejadian serupa, terutama ketika menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat di manapun berada, khususnya di Kabupaten Cianjur, apabila menemukan hal yang serupa, jangan sungkan melapor ke pihak kepolisian. Bisa melalui call center di 110, itu bebas pulsa gratis,” tuturnya.
Jalani Pemeriksaan dan Rehabilitasi
Sementara itu, Penyuluh Kehutanan BKSDA Jawa Barat, Putri Dwi Tasia mengatakan, lutung tersebut akan dititiprawatkan ke Yayasan Cikananga Terpadu Center di Sukabumi.
“Hari ini telah dilakukan kegiatan serah terima satu ekor lutung Jawa dari Polres Cianjur kepada kami, pihak BKSDA Jawa Barat. Nanti satwa tersebut akan kami titip-rawatkan ke lembaga konservasi Yayasan Cikananga Terpadu Center di Sukabumi untuk proses rehabilitasi dan pemeriksaan,” terangnya.
Menurut Putri, proses rehabilitasi tersebut dilakukan sebelum lutung diupayakan untuk dikembalikan ke habitat aslinya.
“Tujuan utamanya akan dikembalikan ke habitatnya di alam untuk dirilis. Namun, membutuhkan waktu yang cukup untuk proses pemeriksaan dan rehabilitasi,” terangnya.
Ia menyebutkan, kondisi lutung secara keseluruhan baik meskipun terdapat sedikit luka. Sementara mengenai penyebab satwa tersebut sampai berada di jalan, pihaknya masih belum dapat memastikan.
“Kondisinya secara keseluruhan baik, memang ada sedikit luka. Mengenai penyebab turun ke jalan, kami belum bisa memastikan, tapi yang perlu ditegaskan bahwa satwa ini hidup di atas pohon, tidak di bawah,” paparnya.
BKSDA, lanjutnya, masih akan mencari tahu penyebab lutung tersebut berada di jalan dengan mengandalkan keterangan dari sejumlah saksi yang telah dikantongi.
Ia juga menjelaskan, perlindungan terhadap satwa liar seperti lutung Jawa penting untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus mencegah risiko penularan penyakit dari satwa liar kepada manusia.
“Pertama untuk menjaga kelestarian dari hutan kita, yang kedua untuk menjaga penularan penyakit yang dibawa dari satwa-satwa liar tersebut kepada kita, terutama yang bentuknya primata seperti ini karena memiliki gen yang hampir mirip, jadi penularannya akan lebih cepat,” bebernya.
Selain itu, Putri menyebutkan lutung Jawa merupakan satwa yang hidup secara bergerombol. Karena itu, ada kemungkinan masih terdapat lutung lainnya di sekitar wilayah tersebut.
“Lutung Jawa ini memang satwa yang dari sini juga, tetapi sudah termasuk ke dalam kategori dilindungi. Karena hidupnya bergerombol, kemungkinan di daerah situ ada lebih banyak lagi. Larangan berburu itu jelas tidak boleh,” ucapnya.
“Apabila menemukan satwa yang dilindungi, mohon segera laporkan pada pihak kami. Untuk sementara bisa dititipkan terlebih dahulu ke Polres atau Damkar terdekat, nanti akan kami lakukan evakuasi,” pungkasnya.(zal/gap)









