Mahasiswi Unsur Jadi Korban Curas di Cugenang, Uang Jutaan Rupiah Raib Digondol Pelaku

BERITACIANJUR.COM – Seorang mahasiswi Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur menjadi korban pencurian dan kekerasan (Curas) di kawasan Villa Nusa Permai, Kampung Keramat, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Senin (6/5/2024).

Kejadian nahas itu terjadi saat korban berinisial SSA (23) hendak pulang ke rumahnya di Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

“Iya terjadi Curas di Wilayah hukum Polsek Cugenang yang menimpa Mahasiswi asal Desa Sukamulya,” ujar Kanitreskrim Polsek Cugenang, AKP Roni R, Selasa (7/5/2024).

Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika SSA hendak pulang dari kampus menuju rumahnya dengan menggunakan sepeda motor Kawasaki KLX hitam dan memakai tas kecil yang berisi peralatan kosmetik serta uang tunai.

“Saat korban melintas di lokasi kejadian, tiba-tiba isi di dalam tas kecil yang disandangnya berisikan kosmetik dan uang tunai itu terjatuh. Korban pun berhenti di pinggir jalan sambil membereskan barang yang terjatuh,” ungkapnya.

Hal itu, diduga membuat pelaku langsung mengincar korban, karena sempat melihat isi tas yang terjatuh berupa uang tunai yang cukup banyak.

Tak lama dari itu, saat korban melanjutkan perjalanan, tiba-tiba pelaku datang dari arah kanan jalan, memaksa dan mengancam korban untuk merubah arah kendaraan yang sedang dikendarai korban.

“Saat tiba di salah satu pertigaan jalan di dekat lokasi kejadian, korban yang hendak belok kanan tiba-tiba dipepet dari arah kanan untuk berbelok ke kiri arah jalan,” imbuhnya.

“Pelaku sambil membentak serta mengancam, membuat korban takut sehingga menuruti perintah pelaku untuk membanting stir ke arah kiri jalan sambil menendangi ban belakang motor korban,” tambahnya.

Saat pelaku berhasil membuat korban merasa takut, pelaku langsung memaksa korban untuk melaju ke jalan yang sepi dan memintanya untuk segera berhenti.

“Ketika berada di jalan sepi, pelaku ini mengancam untuk menyerahkan uang yang dibawa korban,” ucapnya.

Namun, korban tetap berusaha mempertahankan tas miliknya dan terjadilah tarik-menarik.

“Pelaku yang terus menarik paksa tas korban, akhirnya membuat korban terjatuh. Pelaku juga mengarahkan pukulan ke kepala korban dan membenturkannya ke tiang listrik serta menyumpal mulutnya dengan kerudung yang dikenakan korban,” tegasnya.

Roni mengungkapkan, atas aksinya tersebut, pelaku berhasil membawa uang tunai sebesar Rp5.600.000 dan langsung melarikan diri.

“Menurut keterangan korban, pelaku seorang laki-laki berusia sekitar 30 tahun, memiliki postur tubuh tinggi kurus, kulit kuning, memakai syal penutup wajah. Ia juga menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion warna putih knalpot standar tanpa plat nomor,” bebernya.

Roni menambahkan, pihaknya saat ini sedang melakukan pendalaman sambil menunggu korban membuat laporan terkait kejadian tersebut.

“Baru laporan lisan kakak kandung korban, tapi kami akan melakukan pendalaman atas kejadian tersebut,” pungkasnya.(gil/gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *