BERITACIANJUR.COM — Okupansi atau tingkat hunian hotel di Cianjur menurun drastis selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Hal itu diungkapkan Ketua PHRI Cianjur, Nano Indra Praja. Menurutnya, hingga akhir 2024, rata-rata okupansi hotel di Cianjur hanya sekitar 30 persen saja.
“Kalau kita lihat data hunian hotel, ada penurunan yang cukup drastis dari 23 hingga 31 Desember. Untuk 23 sampai 24, jelang Natal, okupansi atau tingkat hunian hotel hanya 37 persen. Rata-rata dari 25 sampai 30 Desember, okupansi hanya sekitar 30 persen dan sedikit membaik di 31 dengan 31 persen,” ujar Nano, Jumat (3/1/2025).
Menurutnya, penurunan kali ini jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu, di mana hunian hotel hampir mencapai 60 persen.
“Bahkan untuk tahun lalu, selama Nataru, hunian hotel bisa mencapai hampir 60 persen. Tahun ini jelas jauh menurun, turunnya hampir 50 persen,” ungkapnya.
Wisatawan Pilih Liburan di Tempat Wisata
Ia mengungkapkan, wisatawan lebih memilih berlibur di tempat wisata dibandingkan menginap di hotel.
“Sekarang kebanyakan wisatawan lebih memilih untuk berkunjung langsung ke objek wisata tanpa menginap. Mereka hanya datang, menikmati wisata lalu pulang,” tuturnya.
Dari 33 hotel anggota PHRI Cianjur dengan total 1.400 kamar, lanjutnya, hanya beberapa hotel di kawasan Puncak yang agak lebih ramai dikunjungi pengunjung.
“Paling banyak itu huniannya di hotel Puncak Cianjur yaitu sekita 50 persen. Tapi kan kita bicara rata-rata, kalau dirata-rata kan itu dengan seluruh hotel yaitu 30 persenan,” ungkapnya.
Ia menuturkan, untuk meningkatkan tingkat hunian hotel, harus ada kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur.
“Salah satunya adalah dengan menambah lebih banyak acara atau event di Cianjur. Sehingga lebih banyak wisatawan yang datang dan menginap di Cianjur,” tutupnya.(akmalesanugraha/gap/unpicianjur/bengkeljurnalistik)







