Pekan Depan, Contoh Rumah Tahan Gempa Akan Dibangun di Setiap Kecamatan di Cianjur

BERITACIANJUR.COM – KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto menegaskan, mulai pekan depan, rumah contoh tahan gempa akan dibangun di setiap kecamatan di Cianjur, dengan masing-masing anggaran sebesar Rp50 juta.

Suharyanto menjelaskan, warga yang rumahnya rusak berat akan diberikan pilihan dalam hal pembangunannya. Hal yang terpenting, rumah tersebut sudah pernah di bangun sebelumnya di lokasi-lokasi gempa seperti di Palu, NTB, Pasaman dan daerah lainnya.

“Pilihannya, bisa dibangun oleh masyarakat sendiri jika memang bisa dengan latar belakang tukang, atau dikoordinasi dengan bupati, TNI atau Polri, atau juga bisa oleh pihak ketiga yang biasa membangun rumah tahan gempa,” ujarnya saat konferensi pers di Pendopo Cianjur, Kamis (24/11/2022).

CONTOH – Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang dikembangkan oleh Balitbang Kementerian PUPR telah banyak diaplikasikan oleh para pengembang perumahan dan juga pada saat rekonstruksi rumah-rumah yang hancur pasca bencana seperti di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Yogyakarta. FOTO: pu.go.id

Teknis pembangunan rumah tahan gempa tidak mutlak hanya dengan anggaran Rp50 juta, jika ada warga yang mau menambah ruas untuk halaman atau ruangan lainnya, sambung dia, bisa ditambah dengan biaya sendiri

“Pokoknya, rumah tahan gempa itu biaya dari pemerintah Rp50 juta, jika ada yang mau menambah ruas untuk halaman dan lain-lain, itu bisa ditambah dengan biaya sendiri,” terangnya.

Ia menyebutkan, saat ini Bupati Cianjur tengah mencari tanah, sementara relokasi akan dibangun oleh Kementerian PUPR dengan anggaran dari BNPB.

“Mudah-mudahan nanti pembangunannya bisa serentak, baik yang relokasi maupun yang masih tetap di lahan semula, itu bisa berbarengan. 22.267 rumah rusak berat bisa segera dibangun menjadi rumah tahan gempa,” sebutnya.

Sedangkan untuk yang rusak sedang dan ringan, Suharyanto menyampaikan, bisa diperbaiki oleh masyarakat sendiri. Bantuannya Rp10 juta hingga Rp25 juta.

“Bisa dirembes atau bisa dimintakan ke pemerintah daerah setelah dananya ditransfer ke Pemda Cianjur. Ini penting. Contoh di Pandeglang, pada 2018 gempa, 2021 gempa lagi. Nah, rumah tahan gempa yang dibangun pada 2018, itu tidak roboh saat 2021 gempa lagi, sementara rumah yang lain gempa,” pungkasnya.(gie)

Baca Juga  Belum Sepekan PPKM Darurat Diberlakukan, 5 Warga Cianjur Meninggal saat Jalani Isoman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.