BERITACIANJUR.COM – Upacara Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-349 digelar di Lapangan Cibalagung, Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Minggu (12/7/2026).
Ribuan masyarakat yang datang pun mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh suka cita.
Bupati Cianjur, dr Mohammad Wahyu Ferdian hadir didampingi wakilnya Ramzi Geys Thebe yang tampil kompak menggunakan pakaian serba putih.
Peringatan HJC ke-349 ini, Pemakb Cianjur mengangkat tema ‘Rahayat Raksa Raharja’ sesuai dengan visi untuk mengembalikan kejayaan Cianjur melalui penguatan sumber daya manusia dan perhatian terhadap para petani.
Dalam kesempatan tersebut, dr Mohammad Wahyu menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya usia Kabupaten Cianjur yang kini menginjak 349 tahun. Ia berharap, Cianjur menjadi daerah yang semakin maju, sejahtera, dan memiliki masa depan yang lebih cerah.
“Alhamdulillah, hari ini tepat 2026, Cianjur berulang tahun ke-349. Tentu harapan kami Cianjur ke depan semakin sejahtera, maju, tanahnya subur, dan memiliki masa depan semakin cerah,” ujar Wahyu, Minggu (12/6/2026).
Menurutnya, pembangunan Cianjur membutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh masyarakat. Ia pun mengajak warga untuk menjaga dan membangun Cianjur bersama-sama, dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan terdekat.
“Kita ingin mengembalikan lagi kejayaan, termasuk juga membangun kesadaran kembali kepada masyarakat bahwa Cianjur ini milik kita bersama. Harus kita jaga bersama, kita bangun bersama. Mulai dari diri sendiri, mulai dari keluarga kita, mulai dari lingkungan yang paling dekat. Sehingga, apabila semua warga masyarakat Cianjur memiliki kesadaran kolektif tersebut, kita bisa membangun peradaban kejayaan yang dulu pernah kita rasakan,” ungkapnya.
Wahyu juga menjelaskan, bahwa pemerintah daerah melakukan realokasi anggaran ke program-program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Prioritas pembangunan difokuskan pada sektor ekonomi, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.
“Istilah yang lebih tepat itu adalah realokasi ke program-program yang dirasakan betul oleh masyarakat. Contohnya adalah pembangunan infrastruktur yang itu dirasakan oleh semua. Skala prioritas pertama jelas pembangunan ekonomi, lalu infrastruktur, dan juga kesehatan, termasuk pendidikan,” ungkapnya.
Selain pembangunan ekonomi dan infrastruktur, Wahyu juga menyoroti pentingnya pelestarian kekayaan hayati khas Cianjur, yakni beras Pandanwangi.
Menurutnya, upaya yang dilakukan pemerintah bukan hanya sebatas pembangunan sarana pendukung, tetapi juga perlindungan terhadap plasma nutfah Pandanwangi agar tetap lestari dan tidak punah.
“Sementara kita bebenah untuk melestarikan sebetulnya, agar warga masyarakat Cianjur tidak lupa mengenai kekayaan hayatinya, plasma nutfahnya, yaitu Pandanwangi. Di daerah sana bukan hanya bangunan saja, sebetulnya bangunan untuk wisata, untuk budaya, lalu juga bisa untuk acara. Tapi yang paling penting adalah perlindungan plasma nutfah Pandanwangi sehingga tidak punah, karena ini adalah kekayaan kita yang tidak ada di tempat lain,” tuturnya.
Di bidang pendidikan, Wahyu jugamenyampaikan apresiasi kepada para pelajar yang telah menunjukkan berbagai prestasi. Pemerintah daerah akan terus mendorong siswa-siswi berprestasi agar dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki.
“Alhamdulillah para siswa kita memiliki banyak prestasi yang tinggi dan ini kita hargai. Pemerintah daerah kita akan mendorong anak-anak kita yang memiliki prestasi agar mereka bisa memaksimalkan potensinya. Tentunya setiap siswa dan siswi yang bekerja keras, mereka mendapatkan hasil yang baik, tentu akan kita apresiasi,” paparnya.
Menanggapi laporan mengenai rusaknya proyek Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di Agrabinta yang memicu ancaman kekeringan bagi lahan sawah kelompok tani, Wahyu memastikan pemerintah daerah akan segera menindaklanjutinya.
“Kami akan evaluasi dan kami ucapkan terima kasih sekali atas informasinya. Kami akan segera menindaklanjuti untuk perbaikan irigasi tersebut agar masyarakat bisa mendapatkan irigasi yang memadai, terlebih saat ini kita mungkin menghadapi cuaca yang menuju ke kemarau,” pungkasnya.(zal/gap)






