Peringatan HUT ke-81 RI: Pemkab Cianjur akan Jadikan Lokasi Pengibaran Bendera Pertama jadi Cagar Budaya

BERITACIANJUR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menggelar upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Lapang Prawatasari Joglo, Senin (17/8/2026).

Momentum tersebut menjadi perhatian, karena Pemerintah Kabupaten Cianjur berkomitmen untuk memperkuat pelestarian sejarah dan budaya di Tatar Santri. Salah satunya adalah dengan menjadikan lokasi pengibaran bendera pertama di Cianjur sebagai cagar budaya.

“Alhamdulillah telah terlaksana upacara bendera memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Cianjur. Kita memperingati apa yang sudah dikorbankan, apa yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan yang sudah mendahului kita,” ujar Bupati Cianjur, dr Mohammad Wahyu Ferdian, Senin (17/8/2026).

“Tempat pengibaran bendera pertama di Cianjur adalah salah satu lokasi yang bersejarah dan tentunya ini memiliki nilai yang sangat tinggi. Kami dari pemerintah daerah melakukan langkah, Insyaallah ke depan kami akan jadikan lokasi tersebut lokasi khusus bersejarah atau menjadi cagar budaya,” tambahnya.

Helaran Budaya

Selain itu, lanjut Wahyu, Pemkab Cianjur juga sudah menyiapkan rangkaian kegiatan helaran budaya yang diagendakan berlangsung pada 22 Agustus 2026 mendatang.

“Helaran budaya jadi digelar, Insyallah pada 22 Agustus. Mulai dari pagi hari ada pawai kebudayaan dan pada malam harinya ada tabligh akbar. Nanti semuanya berkumpul di Masjid Agung Cianjur,” paparnya.

Wahyu mengatakan, pelaksanaan helaran budaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjaga keberadaan budaya lokal, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Terlebih, kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan momentum libur panjang yang berpotensi meningkatkan kunjungan masyarakat dari luar daerah.

“Kita melihat bahwa dengan adanya helaran budaya, perputaran ekonomi justru semakin tinggi di Kabupaten Cianjur. Bukan soal biayanya, tetapi apa manfaat yang kita bawa untuk masyarakat. Saat masyarakat dari luar kota yang tengah libur panjang saat ini datang ke Kabupaten Cianjur melihat helaran budaya yang tidak ada di tempatnya, itu membawa perputaran ekonomi di Kabupaten Cianjur dan itu yang kita harapkan,” tuturnya.

Mempertahankan Nilai Luhur Budaya

Menurutnya, kegiatan budaya juga menjadi salah satu cara untuk mengenalkan sekaligus mempertahankan nilai- nilai luhur yang diwariskan para pendahulu kepada generasi saat ini.

“Dan juga kita ingin mengingatkan kepada masyarakat Cianjur bahwa kita memiliki nilai-nilai luhur budaya yang harus dilestarikan, sehingga minimal kita setahun sekali ada helaran budaya menghormati para leluhur kita, para pendahulu kita, dan juga menghormati budaya serta kebijaksanaan dari karuhun urang Sunda urang Cianjur,” ungkapnya.

Menanggapi adanya anggapan masyarakat Cianjur Selatan yang merasa belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan, terutama dalam hal fasilitas dan pelayanan, Wahyu menyebut terdapat perbedaan antara makna kemerdekaan dengan kebijakan pemerintah.

“Terdapat perbedaan persepsi. Jadi kemerdekaan Indonesia itu adalah hak milik seluruh masyarakat Indonesia, tidak terlepas masyarakat di Kabupaten Cianjur, berbeda dengan kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah,” pungkasnya.(gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *