BERITACIANJUR.COM – Kisah sedih dialami seorang buruh kulit lumpia asal Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Akmal (17), yang meninggal akibat ledakan tabung gas di tempat kerjanya di Tulang Kuning, Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.
Akmal yang mengalami luka bakar serius, sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Depok. Dalam video yang viral di media sosial, insiden tersebut terjadi pada bulan lalu. Akmal dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (26/9/2025).
Tak hanya sedih karena nyawa Akmal tak tertolong, keluarga juga sedih karena almarhum tak memiliki BPJS Kesehatan. Pihak keluarga tak punya biaya untuk membayar biaya rumah sakit yang mencapai Rp36,4 juta.
Demi bisa memulangkan jenazah ke Cianjur, keluarga bersama pemilik usaha tempat Akmal bekerja, terpaksa harus menggadaikan BPKB kendaraan untuk bisa membayar sebagian biaya rumah sakit.
Menanggapi kisah sedih tersebut, Bupati Cianjur, Mochammad Wahyu Ferdian, menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah tersebut. Ia mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat di sisi Allah Swt dan keluarganya diberikan ketabahan.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Cianjur, saya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya ananda Akmal,” ujar Wahyu, Sabtu (27/9/2025).
Untuk bisa menangani biaya pengobatan Akmal selama dirawat hingga meninggal dunia di RS Depok, Wahyu mengaku akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Depok.
“Kami akan berkoordinasi dengan Pemkot Depok agar hak atas layanan kesehatan korban dapat dipastikan. Prinsipnya, jangan sampai korban musibah dibebani biaya yang melampaui kemampuan,” ucapnya.
Tak hanya itu, ia juga sudah menugaskan Dinas Sosial Cianjur dan perangkat daerah terkait lainnya untuk mendampingi keluarga korban, termasuk memastikan penanganan terhadap pekerja lain yang kemungkinan masih menjalani perawatan akibat insiden tersebut.
“Dari kejadian ini, kami akan memperkuat sosialisasi dan pengawasan terkait keselamatan kerja dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja, agar kejadian seperti ini tidak kembali menimpa warga kita,” tutupnya.(gil)









