PLN Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik Akibat Cuaca Ekstrem di Wilayah Tanggeung

BERITACIANJUR.COM – Penyebab sering terjadinya pemadaman listrik di wilayah Tanggeung akhirnya terungkap. Akibat cuaca ekstrem yang melanda dalam tiga hari terakhir, menyebabkan beberapa pohon tumbang dan menimpa jaringan listrik.

Menanggapi hal itu, PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanggeung bergerak cepat melakukan penanganan gangguan kelistrikan yang terjadi akibat cuaca ekstrem dalam tiga hari terakhir di wilayah Kabupaten Cianjur, khususnya area kerja Tanggeung.

Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan beberapa pohon dan tiang listrik tumbang yang berdampak pada terganggunya suplai listrik di sejumlah titik.

Manager ULP Tanggeung, Egi Kusmiprayogi, membenarkan hal tersebut, Menurutnya, PLN telah mengerahkan personel secara maksimal untuk melakukan percepatan pemulihan sistem kelistrikan.

“Dalam tiga hari terakhir, intensitas hujan dan angin kencang cukup tinggi sehingga menyebabkan beberapa pohon tumbang yang mengenai jaringan kami akibatnya ada tiang listrik kami yang roboh dan jaringan SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah) kami putus. Kami bergerak cepat melakukan pengamanan lokasi, perbaikan jaringan, dan normalisasi sistem secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas serta masyarakat,” ujar Egi, Selasa (24/2/2026).

Sebagai langkah siaga, PLN UP3 Cianjur telah menyiagakan 266 personel yang tersebar di seluruh wilayah kerja Cianjur khusus untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal dan suplai listrik dapat segera kembali normal. Sedangkan di Tanggeung, telah disiapkan kurang Lebih 90 Petugas yang tersebar di 10 Posko.

PLN juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan lingkungan sekitar jaringan listrik serta meminimalisir potensi gangguan lanjutan.

PLN mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan gangguan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.

PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat akibat faktor cuaca.

Sementara itu, salah seorang warga Tanggeung, Anan, menerangkan sejumlah warga mengeluhkan sering terjadinya pemadam listrik selama beberapa hari. Alhasil, Selasa (24/2/2026), sejumlah warga mendatangi Kantor ULP PLN Tanggeung.

IMG 20260224 WA0023

“Di bulan Ramadan ini listrik mati di waktu maghrib dan tarawih. Tidak ada pemberitahuan sama sekali dari pihak PLN, sehingga warga tidak ada persiapan istilahnya,“ kata Anan.

Tak hanya mengganggu aktivitas ibadah, sambung dia, warga yang merupakan pelaku UMKM di Cianjur selatan juga dirugikan dengan adanya pemadaman listrik.

“Seperti pengusaha konveksi yang memang dia kejar target pak, karena targetnya Hari Raya Idul Fitri, penjualannya lagi bagus, tapi sekarang tidak terpenuhi gitu. Kemudian yang pembuatan es dan lain sebagainya banyak yang dirugikan,“ ungkapnya.

Anan menegaskan, kedatangan warga ke Kantor ULP Tanggeung untuk mengonfirmasi penyebab pasti seringnya listrik padam.

“Warga ke sini untuk mempertanyakan. Tapi tadi kata Pak Kapolsek, prosedurnya harus diberitahukan dulu. Semuanya berjalan kondusif dan sudah kembali pulang. Mudah-mudahan kehadiran kami menjadi langkah tindak lanjut pihak-pihak terkait,“ paparnya.

Menurut Anan, sorotan warga bukan hanya kepada PLN saja, namun juga kepada pihak terkait lainnya, apalagi warga mendapatkan informasi terkait penyebab listrik mati, yakni salah satunya sejumlah infratsruktur belum memadai di Cianjur selatan.

“Jadi harapan kami semua, baik di tingkat Tanggeung ataupun ke pusat akan ada atensi. Lalu mudah-mudahan juga ada perhatian dari DPR RI untuk mengeluarkan solusi terkait hal ini, dan juga termasuk Kementerian ESDM dan jajarannya,“ jelasnya

Anan menyebutkan, kewajiban warga di Cianjur selatan dengan warga di wilayah perkotaan dalam membayar tarif listrik itu sama. Namun menurutnya, pelayanan di wilayah selatan masih di bawah normal.

“Jadi kami rasa bahwa tarif listrik yang kami bayar itu sama pak, seperti di perkotaan yang kapasitasnya bagus. Kita sama-sama bayar, kita sama-sama walaupun telat kita bayar denda, tidak bayar sampai diputus, tetapi faktanya pelayanan buat kami masih di bawah normal,“ pungkasnya.(rls/gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *