Raffi Ahmad Dikecam Banyak Pihak Usai Acara Relawan Jokowi di GBK, Ada Apa?

BERITACIANJUR.COM, Jakarta – Artis kondang Raffi Ahmad kini tengah ramai mendapat kecaman dari banyak pihak, usai menghadiri acara relawan Jokowi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, pada Sabtu (26/11/2022) lalu. Berikut fakta-faktanya:

1. Raffi Ahmad Akui Jadi EO Relawan Jokowi di GBK

Lewat unggahan video di akun Instagramnya @raffinagita1717 terlihat Raffi sedang berada di GBK dalam agenda Nusantara Bersatu pada Sabtu, 26 November 2022.

Ia membuat vlog singkat dan menyebut bahwa RANS Entertainment, lah yang ikut andil dalam gelaran acara Nusantara Bersatu di GBK tersebut.

“Alhamduillah 150 ribu orang datang, RANS yang bikin. Keren. Nusantara Bersatu, mantap untuk Pak Presiden,” ucap Raffi.

Melihat langsung antusias para hadirin yang datang, bahkan Raffi menyebut kalau jumlah orang yang hadir melebihi gelaran Piala Dunia 2022 yang kini tengah berjalan di Qatar.

“Ini lebih dari Piala Dunia guys,” tutur Raffi Ahmad.

Unggahan inipun telah disukai lebih dari 400 ribu orang dan dikomentari sekitar 4.600 pengikutnya.

Gara-gara video itu, nama Raffi Ahmad saat ini menjadi trending topic di Twitter. Mayoritas dari cuitan yang muncul mengaku kecewa dengan Raffi Ahmad.

“Gagal keren Raffi..ketika meninggalkan sampah 31 ton, modusin ibu2 pengajian dan berakhir dgn kena semprot PDIP, acara lbih berkesan endorse,” cuit andrian079.

“Sekedar tahu saja ternyata penyokongnya si Raffi Ahmad. Boykot ajalah segala aktivitas dia itu baik di tivi maupun di youtube. #BoykotRaffiAhmad,” ucap muhammadEmhA5.

2. Dianggap Tidak Etis

Menanggapi itu, Mantan Kepala Sekretariat Direktorat Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Jay Octa yang menilai tidak etis menyelenggarakan acara itu di tengah suasana duka gempa Cianjur.

Baca Juga  Jangan Ada Lagi yang Menganggur, Lulusan SD Wajib Lanjut ke SMP

“Menolak diadakannya acara foya-foya, ketika rakyat masih di berduka. Duka pandemi, duka obat anak, duka gempa, duka kelaparan akibat 3 tahun tidak bisa bekerja dan PHK” kata Jay dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/11/2022).

Kritik juga datang dari Anggota DPR RI Fraksi PDIP Deddy Yevri Sitorus. Dia mengecam acara relawan yang dihadiri Jokowi. Dia menilai acara yang digelar relawan itu hanya merendahkan kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Saya minta jangan lagi menjebak Pak Jokowi, beliau Presiden RI dan bukan presiden relawan. Jangan demi ambisi kekuasaan dan materi, para relawan melakukan manuver-manuver yang di luar ruang lingkupnya sehingga malah merugikan kewibawaan Pak Jokowi,” kata Deddy Sitorus dalam keterangannya, Minggu (27/11/2022).

Dia menyebut Jokowi terpaksa hadir di acara tersebut. Deddy memastikan PDIP tidak akan membiarkan pihak-pihak yang berupaya merugikan martabat Jokowi. Dia memastikan pihaknya akan mengawal kepemimpinan Jokowi sampai tuntas.

“Saya yakin Pak Jokowi terpaksa datang ke acara itu, bukan kemauan beliau,” bebernya.

3. Menghasilkan 31 Ton Sampah

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengerahkan 500 personel pasukan oranye untuk membersihkan dan mengangkut sampah dan berhasil mengumpulkan total 31 ton beragam jenis sampah usai acara tersebut.

“Semua terlibat dalam membereskan sampah ini, baik dari kasudin, kasatpel, hingga petugas jasa layanan perorangan semua terlibat,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, dikutip Antara.

Total 31 ton sampah yang dikumpulkan oleh pasukan oranye ada lokasi itu di antaranya sampah plastik dari botol kemasan air minum.

Selain personel, pihaknya juga mengerahkan puluhan kendaraan yang terdiri dari mobil lintas (pick up), mobil sapu jalanan serta truk sampah anorganik. DLH DKI Jakarta mengerahkan 28 unit mobil lintas, 14 unit mobil sabu jalanan serta 10 unit truk.

Baca Juga  Kurangi Polusi Udara, Pemkab Cianjur Gelar Uji Emisi Kendaraan Bermotor

4. Diduga Frank Acara Pengajian

Bukan hanya meninggalkan puluhan ton sampah dalam sehari, belakangan tersebar klaim bahwa massa acara Relawan Jokowi dikumpulkan dengan cara prank.

Dalam undangan yang disebarkan ke banyak kalangan masyarakat, disebutkan bahwa acara tersebut adalah Halaqah alias pengajian bersama para ulama di Indonesia.

“Kena prank. Katanya istighotsah. Mau pulang pintu (GBK) ditutup, mana sampah berserakan. SURAM,” kata akun Twitter @L***nyi.

Akun tersebut lantas mengunggah pula bukti isi undangan yang disebarkan via grup WhatsApp. Di sana tertera pihak yang diundang ialah segenap Guru TPQ Madin Sekecamatan Kandangserang.

Di sana juga disebutkan fasilitas yang diberikan jika terundang menghadiri Halaqah Nusantara Bersatu tersebut.

Ada bus gratis, uang saku, makan tiga kali beserta snack, dan kesempatan ziarah ke Gunung Jati Cirebon sepulangnya dari GBK.

Dari unggahan video yang ikut disematkan di kolom komentar, massa yang hadir dengan ‘pancingan’ pengajian dan shalawatan itu akhirnya tak bisa pulang sebab pintu disebut ditutup oleh panitia.(gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *