Sebut Hanya Salah Paham, Bupati Mengaku Ikhlas dan Memaafkan Oknum yang Meramaikan Isu Malapraktik

BERITACIANJUR.COM – Bupati Cianjur, Herman Suherman mengunjungi pasien seorang ibu melahirkan di RSUD Sayang Cianjur yang sempat viral di berbagai media sosial dan media massa, Senin (11/12/2023).

Didampingi Dirut RSUD Cianjur, Herman mengatakan, pasien tersebut melahirkan dengan cara caesar di RSUD Sayang Cianjur. Setelah pulang ke rumah, suami pasien menuturkan, dalam perut istrinya terdapat kain kasa sehingga mengeluarkan nanah.

Namun, lanjut Herman, setelah diperiksa dan dirawat kembali di rumah sakit, ternyata bukan kain kasa, melainkan penyerap nanah agar luka cepat kering. Sehingga hal tersebut merupakan kesalahpahaman saja.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada RSUD Sayang Cianjur terutama Pak Dirut yang sebelumnya telah memberikan diskon 50% dan sekarang menggratiskan biaya rumah sakit pasien. Hal tersebut bukan karena viralnya, namun karena mereka warga Cianjur yang kurang mampu,” ujar Herman, Senin (11/12/2023).

Herman juga mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama membangun Cianjur yang lebih baik dan bijaksana dalam bermedia sosial.

“Harus selalu cek dan kroscek atau tabayun akan kebenaran informasi yang beredar di media sosial. Karena di media sosial semua orang bisa memposting apapun, baik yang paham terhadap masalah yang terjadi ataupun tidak paham dan ikut memberikan komentar dari sudut pandangnya masing-masing,” paparnya.

Ditanya wartawan terkait tindakan RSUD Sayang Cianjur ataupun Pemkab Cianjur yang sudah dirugikan soal nama baik karena sudah diramaikan isu adanya dugaan malapraktik, Herman menegaskan, pihaknya sudah ikhlas dan akan memaafkan pihak ketiga atau oknum yang meramaikan isu salah soal dugaan malapraktik.

“Kami tidak akan melakukan tindakan ke depannya, toh pihak ketiga itu juga merupakan warga kami. Hanya saja ini harus menjadi pembelajaran buat semua pihak ketika mendapatkan informasi,” ucapnya.

Baca Juga  Modus jadi Pemulung, Dua Pelaku Pencuri di Villa Diciduk Polisi

Sementara itu, saat dikunjungi Bupati Cianjur, pasien asal Rancagoong, Cilaku, Cianjur, TS (34) juga menegaskan, semua yang terjadi hanya kesalahpahaman dan ketidakpahaman keluarga pasien saja.

Diberitakan sebelumnya, DUGAAN malapraktik di lingkungan RSUD Sayang Cianjur yang ramai diberitakan ternyata tidak benar. Fakta tersebut diketahui setelah keluarga pasien memberikan penjelasan dan mengakui ketidakpahamannya soal medis.

Seperti diketahui, ramai diberitakan seorang ibu asal Kampung Rancagoong RT 04 RW 04, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur diduga menjadi korban malapraktik saat melahirkan anaknya di RSUD Cianjur.

Suami pasien, GP (35) menegaskan, pihaknya tidak pernah memberikan penjelasan kepada siapapun bahwa istrinya merupakan korban malapraktik di RSUD. Ia mengaku hanya pernah bercerita kepada rekan soal kesalahan dugaannya bahwa ada kain kasa di bekas jahitan caesar sang istri.

“Saya mah orang awam kang, jadi intinya itu murni kesalahan saya dan ketidakpahaman saya. Saya pikir ada kain kasa yang ketinggalan di bekas luka istri, ternyata kata dokter itu spon. Karena awalnya saya kira itu kain kasa, lalu saya buang, padahal harusnya tidak boleh karena itu untuk menyerap nanah,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (9/12/2023).

Ia mengaku heran ketika akhirnya banyak pemberitaan yang menyebutkan istrinya merupakan korban malapraktik. Padahal, sambung dia, ia hanya menyampaikan kejadian sesuai dengan apa yang dipahaminya.
“Ini soal ketidakpahaman saya, akhirnya saya cerita apa adanya, tapi saya tidak pernah ngomong kalau istri saya ini korban malapraktik. Bahkan saya sangat berterima kasih kepada RSUD Sayang yang sebelum ramai berita pun kami dikasih keringanan biaya,” akunya.

Sementara itu, Direktur RSUD Sayang Cianjur, dr. Irvan Nur Fauzy membantah adanya malapraktik di lingkungan RSUD Sayang khususnya terhadap pasien persalinan, TS (34) yang ramai diberitakan.

Baca Juga  Dukung Kemajuan UMKM, Herman Suherman Buru Aneka Takjil Ramadan Khas Cianjur

“Kami sudah melaksanakan penanganan atau tindakan sesuai prosedur dan keadaan yang dibutuhkan oleh pasien,” katanya kepada wartawan, Sabtu (9/12/2023).

Terkait benda yang dikira keluarga pasien merupakan kain kasa, Irvan menjelaskan, benda tersebut merupakan bahan steril penyerap dan sangat lembut dengan struktur berlapis-lapis, yang memberikan efek menyerap dengan cepat exudate (cairan luka, red) dan darah pada perawatan luka.

“Saat ini kondisi pasien dalam keadaan baik dan rencana hari ini akan dilakukan penutupan luka. Untuk pembiayaan pasien akan dibebaskan sebagai bagian dari social responsibility rumah sakit,” pungkasnya.(gap/gie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *