oleh

Setelah Tantang Plt Bupati Adu Data, Direktur BC Segera Laporkan Pemfitnah

Beritacianjur.com – SETELAH menantang Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman untuk adu data, kini Direktur PT Jembatan Mediatama Cianjur (Berita Cianjur), Anton Ramadhan menyatakan akan segera melaporkan pemfitnah dirinya.

Seperti diketahui, Anton dan juga Berita Cianjur (BC) ‘diserang’ di media sosial setelah beberapa kali memuat berita terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Kantor Kecamatan Cugenang, yang diduga kuat melibatkan Plt Bupati dan istrinya, Anita Sincayani.

Menurutnya, akun Facebook bernama Arya Surya pernah mengatakan, PT Jembatan Mediatama Cianjur (JMC) pernah melakukan pinjaman ke Bank Jabar Banten (BJB) Cianjur, dengan menggunakan sertifikat tanah milik Anita Sincayani sebagai agunan, yang lahannya kini menjadi Kantor Kecamatan Cugenang.

Tak hanya itu, Arya Surya juga menuding pihak Berita Cianjur tak pernah membayar tagihan dan kini meramaikan pemberitaan yang berkaitan dengan pengadaan lahan Kantor Kecamatan Cugenang, dengan tujuan memeras Plt Bupati Cianjur.

Anton menegaskan, Arya Surya sudah melakukan fitnah karena sudah menyebar informasi bohong dengan tujuan merusak nama baik. Ia mengaku akan segera melaporkan tindakan Arya Surya tersebut kepada pihak kepolisian.

“Kami memang pernah pinjam atau sewa sertifikat milik istri Plt Bupati untuk pinjaman ke Bjb, tapi itu tidak ada kaitannya dengan kasus dugaan penyimpangan pada pengadaan lahan Kantor Kecamatan Cugenang. Untuk semua apa yang kami sampaikan, kami sertai dengan bukti atau data lengkap. Arya Surya sudah jelas melakukan fitnah, menuduh kami memeras dan lain-lain. Saya akan segera melaporkannya,” ujarnya kepada beritacianjur.com, Senin (2/12/2019).

“Jika tak ada halangan, pekan ini akan kita laporkan ke Polres Cianjur. Sebelumnya kita pernah undang Arya Surya melalui FB untuk berdiskusi di PWI, tapi sayangnya tidak hadir. Padahal pada kesempaan itu saya ingin adu data dan membuktikan di publik siapa yang benar dan yang salah,” sambungnya.

Baca Juga  Cegah Penyebaran Corona, Mau Masuk ke Mapolres Cianjur? Ini yang Wajib Dilakukan

Menurutnya, laporan tersebut juga sekaligus akan menjadi bukti bahwa pihaknya tidak ada kaitannya dengan pengadaan lahan Kantor Kecamatan Cugenang. Bahkan, ia juga akan sekaligus memperlihatkan data pinjaman dan data yang mengindikasikan adanya penyimpangan pada pengadaan lahan Kantor Kecamatan Cugenang.

“Intinya, selain untuk memberikan pelajaran kepada pihak yang sudah memfitnah pihak kami, laporan tersebut juga sebagai upaya untuk membuktikan bahwa kami memang tidak ada kaitannya dengan pengadaan lahan dan kami punya data kuat,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, pentolan Cianjur People Movement (Cepot), Ahmad Anwar mengaku sangat mendukung upaya yang tengah dilakukan Anton. Menurutnya, keberanian melaporkan kepada aparat tersebut juga diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi pihak-pihak yang hanya berani berkoar tanpa data atau bukti.  

“Upaya yang dilakukan BC juga harus menjadi contoh bagi Plt Bupati yang hanya bungkam ketika ditanya wartawan. Seharusnya, jika Plt Bupati merasa benar dan apa yang diberitakan itu salah, gugat atau laporkan saja. Kalau diam terus, ya berarti diduga merasa bersalah,” ucapnya.

“Setelah ramai jadi perbincangan di media sosial, terkesan banyak pembela Plt Bupati, tapi saat diajak adu data dalam diskusi malah tak hadir. Saya mah hanya mau kasih saran saja, fanatik boleh, tapi jangan tolol. Baiknya, sebelum berkomentar, semuanya bisa dibuktikan dengan data,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sikap Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman yang berkoar ke sejumlah pihak namun bungkam saat ditanya wartawan, disoroti sejumlah pihak.

Ya, di saat masyarakat Cianjur tengah menanti fakta terkait dugaan korupsi pengadaan lahan Kantor Kecamatan Cugenang, namun sejumlah pihak menyayangkan sikap Herman yang enggan berkomentar ketika beberapa kali diwawancara wartawan terkait hal tersebut. Kenapa?

Baca Juga  Jalan di Pagelaran Ambles, Satu Unit Minibus Terjebak, Sopir dan Penumpang Selamatkan Diri

“Saya sebagai warga Cianjur menyayangkan sikap Plt Bupati. Warga Cianjur itu sedang menantikan fakta kebenarannya, tapi ini malah bungkam terus,“ ujar Wakil Sekretaris DPD Berkarya Cianjur kepada beritacianjur.com, Minggu (1/12/2019).

Menurutnya, jika Plt Bupati merasa tidak bersalah, seharusnya tidak bungkam saat diwawancarai wartawan. Diamnya Plt Bupati, sambung dia, semakin menguatkan dugaan bahwa Plt Bupati merasa ada masalah dalam pengadaan lahan Kantor Kecamatan Cugenang.

“Logika saja, jika tak ada masalah, harusnya berani bicara lantang dan bantah semua dugaan atau tuduhan yang ramai dalam pemberitaan. Jika bungkam terus, itu malah terkesan menutupi ketakutan dan rasa bersalahnya,“ katanya.

Tak hanya itu, Yayu juga menyarankan, jika Plt Bupati merasa tidak terlibat atau bersalah, seharusnya berani menggelar konferensi pers agar semua masyarakat Cianjur mengetahui kebenarannya. (gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Timeline