BERITACIANJUR.COM – Sejak viral karena dilintasi mobil hingga dikomentari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, jembatan gantung di Kampung Batu Bodas, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu, Cianjur, semakin menjadi sorotan.
Bahkan, Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian juga langsung merespon aksi nekat pengemudi mobil berpenumpang 8 orang yang melintasi jembatan gantung, dengan merencanakan pembangunan jembatan permanen.
Belakangan diketahui, kejadian mobil melintasi jembatan gantung bukan yang pertama kali, namun sudah sering terjadi karena akses jalan utama sepanjang 9 kilometer yang menghubungkan Desa Cimaskara Kecamatan Cibinong dengan Desa Mekarwangi Kecamatan Cikadu kondisinya rusak parah.
Alhasil, tak hanya rencana pembangunan jembatan permanen, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur juga merencanakan untuk melakukan perbaikan jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Cianjur, Eri Rihandiar, mengungkapkan untuk bisa membangun jembatan permanen dan memperbaiki jalan rusak di kawasan tersebut memerlukan anggaran sekitar Rp14 miliar, yang terdiri dari pembangunan jembatan sebesar Rp2 miliar dan perbaikan jalan Rp12 miliar.
Terkait jembatan gantung yang viral, Eri menyebutkan, jembatan tersebut awalnya merupakan jembatan permanen namun ambruk akibat banjir.
“Karena jembatan permanen ambruk akibat banjir, akhirnya diganti dengan jembatan gantung. Itu penanganannya oleh Dinas Perkim atas usulan BPBD,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Secara rinci Eri memaparkan anggaran yang dibutuhkan untuk bisa ditingkatkan menjadi jembatan permanen. Menurutnya, anggaran Rp2 miliar tersebut bisa cukup jika panjangnya sekitar 15 meter dengan lebar 4 meter.
“Jadi kalau panjang dan lebarnya lebih, anggarannya juga akan lebih besar. Makanya nanti kita akan pastikan panjang dan lebarnya berapa meter,” ungkapnya.
Sedangkan untuk perbaikan jalan, Eri menegaskan, anggaran Rp12 miliar diperuntukkan perbaikan jalan sepanjang 4 kilometer.
“Hitungannya Rp2,7 miliar hingga Rp3 miliar per kilometernya, dan itu juga tergantung kondisi jalan. Jumlah itu juga didasarkan pada sisa jalan rusak, karena sebagian ruas sedang dilakukan perbaikan jalan di tahun ini,” terangnya.
Pada tahun ini, sambung dia, ruas jalan dari Cimaskara Kecamatan Padasuka sedang dalam proses pembangunan dengan anggaran Rp12 miliar.
“Sedangkan untuk tahun depan dari Padasuka ke Cikadu juga dibangun dengan anggaran Rp 3 miliar. Jadi sisanya tinggal sekitar Rp 12 miliar lagi untuk 4 kilometer jalan yang tersisa,” kata dia.
Soal rencana perbaikan jalan dan pembangunan jembatan gantung viral, Eri menegaskan pihaknya akan mengkaji ketersediaan anggaran pada tahun ini dan tahun depan.
“Dalam penganggaran berikutnya, kami upayakan bisa masuk. Meski kami akan melakukan kajian dulu, tapi Pemkab Cianjur menargetkan jalan mantap di tahun depan sudah mencapai 82 persen atau naik 5 persen dari tahun lalu, termasuk perbaikan di wilayah-wilayah pelosok,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, aksi nekat pengemudi mini bus yang menyebrangi sungai melalui jembatan gantung di Kampung Batu Bodas, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu, Cianjur, ternyata bukan kejadian yang pertama kali.
Seperti diketahui, aksi sang pengemudi yang nekat menyebrang melintasi jembatan gantung dengan membawa penumpang berjumlah 8 orang, viral di media sosial. Namun ternyata, aksi tersebut bukan yang pertama kali, namun sering dilakukan warga lainnya.
Fakta itu disampaikan Kepala Desa Mekarwangi, Sandi Nurhakim. Menurutnya, banyak pemilik mobil nekat melintasi jembatan gantung tersebut demi untuk mempersingkat perjalanan dikarenakan kondisi jalur utama rusak.
Sandi menyebutkan, jembatan gantung di daerahnya dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat pada 2018 lalu. Kala itu, sambung dia, pemerintah desa memasang papan larangan agar kendaraan roda empat tidak melintasinya.
Setelah plangnya hilang, Sandi mengatakan, banyak pemilik kendaraan roda empat yang memilih melintasi jembatan gantung yang menghubungkan dua kecamatan itu.
“Jadi tidak hanya mobil keluarga yang viral kemarin, tapi ada juga pikap yang membawa muatan hasil bumi melintasi jembatan gantung,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Sementara itu, untuk memastikan penyebab masyarakat nekat melintasi jembatan gantung dengan menggunakan kendaraan roda empat, Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengaku akan segera meninjau langsung kondisi di Desa Mekarwangi.
“Selain untuk mengecek secara langsung ke lokasi, kami juga akan melakukan pembinaan kepada warga,” kata Wahyu.
Tak hanya merencanakan membangun jembatan permanen yang menghubungkan Kecamatan Cikadu dan Cibinong, Wahyu juga bakal menganggarkan perbaikan jalan sepanjang 9 kilometer.
“Ya selain meningkatkan jembatan menjadi permanen, jika memang penyebabnya karena jalan, kami upayakan segera untuk bisa memperbaiki jalannya,” pungkasnya.(zal)








