Siswa Baru di Sejumlah SMK Swasta di Bawah 10 Orang, Ketua MKKS SMK Cianjur: Imbas Kebijakan Gubernur 

BERITACIANJUR.COM – Ternyata, tak hanya SMK Karisma di Kecamatan Cipanas saja yang mengalami penurunan jumlah pendaftaran calon siswa baru, namun kondisi serupa dialami juga sejumlah SMK lainnya di Cianjur.

Di SMK Karisma, hingga saat ini baru menerima 3 orang siswa yang mendaftar. Kondisi itu memaksa sekolah-sekolah untuk menunda sementara pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2025.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Cianjur, Nurdin, membenarkan penurunan jumlah siswa yang mendaftar ke SMK swasta dialami sebagian besar SMK swasta di Kabupaten Cianjur.

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan adanya kebijakan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang mengizinkan satu kelas terdiri dari 50 siswa.

“Dengan adanya kebijakan itu, sekolah negeri pasti memaksimalkan jumlah yang diizinkan. Otomatis sekolah swasta yang terdampak, karena sebagian besar jumlah siswanya berkurang,” ujarnya, Selasa (15/7/2025)

Ia menjelaskan, dari total 156 sekolah swasta, tercatat ada lima sekolah yang siswanya di bawah 10 orang dan SMK Karisma merupakan yang terparah karena hanya 3 siswa yang mendaftar.

“Kalaupun ada yang membuka pendaftaran hingga pekan depan itu bukan kebijakan tertulis, tapi dari pihak sekolahnya sendiri. Kalau secara keseluruhan tidak bisa melakukan apa-apa, kami berharap ada kebijakan baru saja,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, penurunan jumlah pendaftaran calon siswa baru membuat sejumlah SMK swasta di Kabupaten Cianjur terpaksa menunda sementara pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2025.

Salah satunya terjadi pada SMK Karisma di Kecamatan Cipanas yang saat ini baru menerima 3 orang siswa yang mendaftar.

Kepala SMK Karisma, Mila Susanti mengatakan, sekolahnya sudah membuka pendaftaran siswa baru sejak beberapa bulan lalu. Namun, hingga jelang pelaksanaan MPLS baru 3 orang saja yang datang mendaftar, bahkan jumlah tersebut lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah guru pengajar di sekolah.

“Guru di sekolah kami ada 8 orang. Sedangkan untuk murid baru di tahun ini hanya ada tiga orang,” ujar Mila, Selasa (15/7/2025).(gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *