BERITACIANJUR.COM – Hingga saat ini, pasca-ruangan kelas ambruk pada tahun lalu, puluhan siswa SDN Ciawitali dan SDN Budisetra di Desa Bojongkaso, Kecamatan Agrabinta, Cianjur, harus sekolah beratap tenda terpal.
Targetnya, kondisi memprihatinkan belajar di tenda darurat itu akan segera berakhir. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menargetkan untuk membangun ruangan kelas baru pada tahun ini.
Sekadar informasi, dua SD tersebut sebelumnya memiliki beberapa ruangan kelas yang cukup layak untuk dijadikan kegiatan pembelajaran. Namun sejak tahun lalu, hampir seluruh ruangan kelas di sekolah tersebut ambruk, karena sekolah yang didirikan sejak 1979 itu belum pernah direnovasi, sehingga struktur bangunan tak mampu lagi berdiri kokoh.
Alhasil, pihak orang tua siswa dan guru membangun sebuah tenda di hamparan reruntuhan sisa-sisa bangunan kelas yang roboh, untuk dijadikan tempat ruang kelas demi kegiatan belajar mengajar tetap bisa dilaksanakan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Aripin, mengaku memahami keluhan warga yang merasa prihatin dengan kondisi kegiatan pembelajaran para siswa di dua SD tersebut.
“Anak-anak terpaksa harus belajar dalam kondisi tidak layak, kerap sekali kepanasan dan kehujanan karena belajar di bawah tenda. Insyaallah tahun ini bisa segera dibangun ruangan kelas baru untuk mereka,” ujar Aripin saat dihubungi, Senin (15/9/2025).
Untuk bisa meralisasikannya, Arifin mengaku sudah berkoodinasi dengan pimpinannya agar segera membangun ruang kelas yang baru untuk para siswa tersebut.
“Tadi sudah ada arahan dari pimpiman, semoga di perubahan anggaran tahun ini bisa membangun ruang kelas baru di SD tersebut. InsyaAllah di tahun ini bisa direalisasikan, menunggu DPA (dokumen pelaksanaan anggaran) perubahan,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, puluhan siswa di dua SD di Desa Bojongkaso, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur terpaksa belajar di bawah tenda terpal.
Saat beritacianjur.com mengunjungi lokasi, terpantau kegiatan belajar mengajar di SD tersebut sangat memperihatinkan.
Mereka melakukan kegiatan pembelajaran di halaman terbuka dengan atap yang ditutupi oleh tenda. Namun, terik matahari tetap bisa menembus ruangan tersebut, sehingga membuat para siswa tidak nyaman.
Sekolah tempat para siswa itu belajar yakni SDN Ciawitali dan SDN Budisetra yang lokasinya berada di pelosok Cianjur, sekitar 158 kilometer dari pusat kota Cianjur dengan waktu tempuh sekitar 8 jam perjalanan.
Ruangan kelas terakhir yang sempat digunakan siswa belajar pun ambruk pada tahun lalu. Beruntung, peristiwa ambruk terjadi pada saat seluruh siswa sudah pulang.(gil)









