BERITACIANJUR.COM – Dalam rangka menciptakan sistem kelistrikan yang tidak hanya andal, tetapi juga aman bagi masyarakat, PLN ULP Mande melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Kenali Bahaya Kelistrikan Sejak Dini” langsung di lapangan, dengan menyasar anak-anak dan remaja sebagai peserta utama.
Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Desa Cijagang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, dan menjadi bagian dari agenda edukasi berkelanjutan PLN kepada masyarakat.
Manager PLN ULP Mande, Try Agung Laksono, memimpin langsung pelaksanaan sosialisasi dengan pendekatan yang interaktif dan sederhana, agar mudah dipahami anak-anak.
Materi yang disampaikan meliputi potensi bahaya bermain layang-layang dekat jaringan listrik, bahaya menyentuh tiang listrik pada kondisi basah, serta pentingnya melapor jika menemukan kondisi kelistrikan yang tidak aman di lingkungan sekitar.
“Keselamatan adalah prioritas. Sosialisasi ini kami tujukan agar anak-anak paham bahwa listrik harus digunakan secara bijak dan tidak bisa dijadikan bahan mainan. PLN ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai pengingat dan pelindung warga dari risiko-risiko kelistrikan,” ujar Try Agung Laksono.
Edukasi dilakukan dengan praktik langsung di lapangan, menggunakan poster dan demonstrasi sederhana agar anak-anak dapat memahami konteks secara visual.
Try Agung juga menyampaikan bahwa banyak kasus gangguan jaringan yang bersumber dari aktivitas anak-anak bermain layang-layang di dekat kabel listrik tegangan menengah.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari warga dan anak-anak setempat. Salah satu peserta, Arka (10 tahun), mengaku baru tahu bahwa benang basah atau kawat pada layang-layang bisa menyebabkan korsleting listrik.
“Aku suka main layangan di lapang, tapi tadi dijelasin kalau deket kabel itu bahaya banget. Sekarang aku mau mainnya lebih jauh dari tiang listrik,” ujar Arka polos.
Manager PLN UP3 Cianjur, Andre Pratama Djatmiko, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran sejak dini terhadap risiko-risiko kelistrikan di lingkungan masyarakat.
“Melalui edukasi seperti ini, kami ingin menanamkan kebiasaan berpikir aman sejak usia dini. Anak-anak adalah generasi penerus, dan mereka harus dibekali pemahaman bahwa listrik membawa manfaat besar, namun juga harus diperlakukan dengan hati-hati dan bijak,” jelas Andre.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Tonny Bellamy, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh unit-unit pelayanan seperti ULP Mande.
“Keselamatan ketenagalistrikan adalah tanggung jawab bersama. Edukasi seperti ini harus terus diperluas, terutama kepada kelompok rentan seperti anak-anak. PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia energi, tetapi juga mitra dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman,” tegasnya.
PLN berkomitmen untuk terus menjalin kolaborasi dengan masyarakat dalam menciptakan budaya sadar listrik, demi memastikan bahwa energi yang dihadirkan tidak hanya bermanfaat, tetapi juga selamat bagi seluruh lapisan masyarakat.(gap/rls)







