Buka Jambore Nasional Dai Desa Madani Parmusi di TNGGP

Presiden Jokowi Serukan Persatuan Jelang Pemilu 2024

BERITACIANJUR.COM – Ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri Jambore Nasional Dai Desa Madani di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cianjur, Selasa (26/09/2023).

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) turut hadir sekaligus membuka acara yang digelar oleh Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) tersebut.

Dalam sambutannya, Presiden mengaku senang dengan program membangun masyarakat desa madani yang dilakukan oleh dai-dai Parmusi. Pembangunan desa madani tersebut mengusung empat pilar, yaitu pilar iman dan takwa, pilar ekonomi, pilar pemberdayaan sosial, dan pilar pendidikan.

“Saya sangat mengapresiasi, sangat menghargai atas terselenggaranya Jambore Nasional Dai Desa Madani yang diikuti oleh ribuan dai dan daiyah, yang telah bekerja konkret ke desa-desa,” ujar Presiden dalam keterangan persnya.

Menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Presiden Jokowi juga berharap suasana damai terus terjaga dan pembangunan desa tidak terganggu.

“Saya titip karena suasana sudah mulai hangat, meskipun itu biasa dalam pesta demokrasi, entah itu pilpres (pemilihan presiden), entah itu pemilu hangat itu biasa tapi yang harus diantisipasi sedini mungkin agar tidak terjadi pembelahan dan perpecahan,” tambah Presiden.

Presiden mengatakan, Indonesia memiliki suku yang beragam dan jika terjadi konflik dari keberagaman tersebut akan sulit terselesaikan.

Untuk itu, Presiden pun mendorong Parmusi untuk turut memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga perdamaian.

“Inilah pemahaman-pemahaman yang harus diberikan pada masyarakat bahwa yang namanya persatuan dan kesatuan itu sangat penting. Jangan sampai nanti tiga calon (presiden) ini sudah terpilih satu, sudah ngopi-ngopi bareng, makan-makan bersama bareng, yang di bawah masih ribut,” terangnya.

Jokowi juga menuturkan, program yang diusung Parmusi sejalan dengan upaya pemerintah untuk membangun Indonesia dari desa dan dari pinggiran.

Baca Juga  Mulai Padamkan Si Jago Merah hingga Lepas Cincin di Jari Manis, Ini Aksi Penyelamatan Damkar Cianjur

Demi meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa, dari 2015 hingga saat ini pemerintah telah menyalurkan Dana Desa hingga mencapai Rp539 triliun ke 74.800 desa.

“Banyak orang menyampaikan, ‘Pak yang dibangun itu hanya jalan tol, hanya airport, hanya pelabuhan.’ Banyak yang lupa bahwa pemerintah itu telah memberikan Dana Desa sampai tahun ini sebesar Rp539 triliun kepada 74.800 desa di seluruh tanah air,” ungkapnya.

Dana Desa tersebut antara lain, dimanfaatkan untuk membangun sekitar 326 ribu kilometer jalan desa, 6.400 embung, dan 14.000 pasar desa.

Presiden menekankan, pembangunan fisik tersebut, tidak ada artinya tanpa adanya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang ada di desa, termasuk pembangunan karakter, budi pekerti, dan akhlak.

“Di sinilah peran para dai dan daiyah, dalam rangka memperkuat pembangunan sumber daya manusia, utamanya yang berkaitan dengan karakter, budi pekerti, dan akhlak rakyat yang ada di desa-desa,” tandasnya.(gap/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *