BERITACIANJUR.COM – Kisah perjuangan seorang ibu hamil di Kecamatan Cikadu yang melahirkan saat dalam perjalanan menuju puskesmas menghebohkan warga.
Namun ternyata, peristiwa tersebut bukan kejadian pertama. Akibat kondisi jalan rusak parah dan berlumpur tebal, beberapa kali kejadian serupa pernah terjadi.
Hal itu diungkap Warga Kampung Cisalada, Desa Mekarlaksana, Kecamatan Cikadu, Cianjur, Sujana (49). Terakhir, peristiwa tersebut dialami anaknya, Risma (23).
“Iya jalan di sini memang sudah rusak parah selama puluhan tahun. Kejadian ibu hamil melahirkan di jalan ini sudah beberapa kali. Karena terkendala jalan rusak, akhirnya ibu hamil tidak bisa dibawa cepat ke puskesmas,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Sujana mengisahkan, jauh sebelum pengalaman perjuangan yang dialami anaknya, Risma yang melahirkan dalam perjalanan menuju puskesmas yang sempat viral di media sosial, hal serupa pernah dialami keponakannya sendiri.
“Alhamdulillah, kalau anak saya melahirkan dengan selamat pada Minggu (1/2/2026) malam. Tapi pada 2021 lalu, keponakan saya sampai keguguran karena tak sempat dibawa ke puskesmas. Jadi ini bukan kejadian pertama, pernah beberapa kejadian,” ungkapnya.
Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, Sujana berharap agar pemerintah bisa segera memperbaiki jalan Desa Mekarlaksana yang kondisinya sudah rusak parah.
“Demi menyelamatkan ibu dan anak serta demi mempermudah akses pendidikan dan ekonomi, semoga jalan Desa Mekarlaksana ini segera diperbaiki,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan perjuangan seorang ibu muda, Risma (23), asal Kampung Cisalada, Desa Mekarlaksana, Kecamatan Cikadu, Cianjur, melahirkan saat dalam perjalanan menuju puskesmas viral di media sosial.
Perjuangan untuk melahirkan sang buah hati pertamanya itu bukan hanya menghadapi jalan rusak parah yang mengakibatkan mobil yang ditumpanginya mogok, namun Risma juga sempat harus berjalan kaki saat mengalami kontraksi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (1/2/2026) malam. Dalam video terlihat, sepeda motor pun kesulitan melintasi jalan butut berlumpur tebal hingga akhirnya Risma dan keluarga yang mengantar memilih untuk berjalan kaki.
“Jalannya rusak parah sampai mobilnya jadi mogok. Akhirnya kami sekeluarga berjalan kaki untuk bisa sampai ke puskesmas dan bisa melakukan proses persalinan,” ujar ayah Risma, Sujana (49), Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, perjalanan menuju puskesmas masih cukup jauh. Jika menggunakan sepeda motor saja, jarak tempuhnya masih 30 menit. Untuk berjalan dalam kondisi normal saja cukup kesulitan, apalagi dalam kondisi hamil dan menjelang melahirkan.
Di tengah perjalanan, sambung dia, Risma mengalami kontraksi. Beruntung warga sekitar bersedia rumahnya digunakan untuk proses persalinan
“Alhamdulillah ada warga yang baik mempersilakan rumahnya dipakai untuk proses persalinan anak saya,” ungkapnya.
Setelah dua jam proses persalinan dengan dibantu dua orang bidan, lanjut dia, sang bayi perempuan akhirnya lahir selamat dalam kondisi sehat. Cucu pertama Sujana, anak dari pasangan Risma dan Ridwan (27) itu diberi nama Rayha Azzalea Zalfa.
“Iya Alhamdulillah, cucu pertama saya lahir selamat. Dari awal memang ditemani dua orang bidan dan akhirnya dalam kondisi darurat bisa melahirkan di rumah warga sekitar. Sekarang kondisi cucu saya sehat” pungkasnya.(gil)










