Bupati Cianjur Apresiasi Gerak Cepat Petugas Puskesmas Cilaku Tangani Penemuan Bayi

BERITACIANJUR.COM – Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian mengapresiasi kesigapan dan kepedulian tenaga kesehatan Puskesmas Cilaku, dalam penanganan penemuan bayi laki-laki di wilayah Cilaku.

Seperti diketahui, pada Senin (18/5/2026) lalu, warga Kampung Ciburial, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Cianjur, dikejutkan dengan penemuan bayi laki-laki di aera pesawahan. Saat ditemukan, bayi malang itu terbalut kain hitam dan dibungkus karung.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat bayi malang tersebut ditemukan dalam kondisi hidup dan tengah ditangani petugas Puskesmas Cilaku. Tampak petugas mengeluarkan sang bayi dari karung yang dipenuhi sampah. Setelah dimandikan, kondisi bayi sehat.

“Kesigapan dan kepedulian menjadi kunci dalam menyelamatkan kehidupan. Saya mengapresiasi gerak cepat seluruh tenaga kesehatan Puskesmas Cilaku yang telah sigap menangani penemuan bayi laki-laki.

Menurutnya, mulai dari pemeriksaan medis, perawatan perinatal, hingga koordinasi bersama pihak terkait dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan kemanusiaan.

“Terima kasih juga kepada masyarakat yang telah peduli dan segera melapor. Semoga bayi tersebut senantiasa diberikan kesehatan dan perlindungan, serta seluruh pihak yang terlibat medapat kebaikan atas kepeduliannya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan muda berinisial RA (20) ditangkap Polres Cianjur setelah tega membuang bayi yang baru dilahirkan, di area persawahan wilayah Kecamatan Cilaku, Cianjur.

Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, mengatakan pelaku diamankan di rumahnya yang lokasinya sekitar 1 kilometer dari lokasi pembuangan, tepatnya di Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku.

“Setelah melakukan penyelidikan, kami akhirnya mengantongi identitas pelaku atau ibu dari bayi yang dibuang. Begitu identitasnya dikantongi, kami langsung mengamankannya,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Alexander mengungkapkan, alasan pelaku tega membuang bayi yang dibungkus karung dikarenakan malu dan khawatir diketahui keluarganya.

“Iya alasannya malu karena bayi tersebut hasil dari hubungan di luar pernikahan dengan seorang pria yang dikenalnya dari media sosial,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, sang bayi dilahirkan pelaku tanpa bantuan orang lain atau tenaga medis di dapur rumahnya.

“Jadi setelah melahirkan bayinya yang dilakukannya sendiri, kemudian bayi tersebut dimasukkan ke dalam karung dan dibuang,” terangnya.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *