Dari Ratusan Orang di Kecamatan Leles yang Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Satu Balita Meninggal Dunia

BERITACIANJUR.COM – Seorang balita asal Kecamatan Leles, Cianjur, berinisal MAB (2) tutup usia diduga karena keracunan makan bergizi gratis (MBG).

MAB merupakan satu dari ratusan orang di Kecamatan Leles yang diduga mengalami keracunan sesuai menyantap MBG pada Selasa (14/4/2026) lalu. Balita malang tersebut dinyatakan meninggal di RSUD Pagelaran pada Kamis (23/4/2026).

Setelah mengalami keracunan, MAB sempat dirawat di Puskesmas Leles pada Selasa (14/4/2026). Dikarenakan kondisinya terus memburuk, akhirnya MAB dirujuk ke RSUD Pagelaran pada Rabu (22/4/2026) sore. Namun setelah 12 jam mendapatkan penanganan medis, nyawa MAB tak tertolong karena kondisinya terus memburuk.

Hal itu dibenarkan Direktur RSUD Pagelaran Cianjur, dr. Irvan Nur Fauzi. Menurutnya, balita MAB tiba di IGD dalam kondisi tidak stabil.

“Saat tiba di IGD, kondisinya (MAB) tidak stabil, lemas, pusing, lalu tangan dan kakinya bengkak. MAB ini merupakan rujukan dari Puskesmas Leles,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Irvan menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, MAB meninggal dunia karena mengalami syok septik.

Sekadar informasi, syok septik merupakan kondisi darurat medis yang mengancam jiwa akibat komplikasi terverat spesis (infeksi berat), yang menyebabkan penurunan tekanan darah drastis (hipotensi) dan gangguan aliran darah ke organ vital. Kondisi tersebut menyebabkan disfungsi organ berat, metabolisme sesluler abnormal, dan memiliki tingkat kematian yang tinggi.

“Iya diagnosisnya syok septik, apalagi sejak awal penanganan pasien juga ada riwayat diare,” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus dugaan keracunan akibat santapan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini menimpa balita dan ibu menyusui di Desa Sukasirna dan Purabaya Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur.

Kejadian bermula saat beberapa warga mengeluhkan mual, muntah, dan diare usai menyantap menu MBG yang dibagikan di posyandu. Kondisi tersebut terjadi dalam beberapa hari, yakni sejak Selasa (14/4/2026) hingga Jumat (17/4/2026).

Sebanyak 134 orang di Kecamatan Leles yang mengalami keracunan tersebut didominasi oleh anak-anak.

“Sebenarnya sejak Senin (13/4/2026) sore sudah ada keluhan, tapi masih sedikit. Saat Kamis (23/4/2026) dan Jumat (24/4/2026), totalnya mencapai 134 orang yang mengalami keracunan dan mendapatkan penanganan,” ungkapnya.

“Awalnya ada yang datang ke bidan di desa dan ke klinik. Mayoritas balita dan ibu menyusui, ada juga beberapa siswa. Gejalanya kebanyakan mual dan muntah-muntah,” tambahnya.

Terkait penyebab gelaja keracunan, Tedi belum bisa memastikan karena harus dilakukan pengujian terlebih dahulu. Namun, sebagian besar pasien mengaku mengeluhkan mual dan pusing setelah memakan sajian menu MBG.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *