BERITACIANJUR.COM – Revitalisasi atau menggiatkan kembali Kampung Budaya Padi Pandanwangi, menjadi salah satu program prioritas yang tengah digencarkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Cianjur.
Kepala Disbudpar Cianjur, Yudha Azwar, mengatakan langkah tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pendapatan asli derah (PAD).
“Tahun ini Disbudpar fokus pada penataan destinasi, pembinaan pelaku usaha, hingga pelestarian budaya. Program yang paling dekat saat ini adalah revitalisasi Kampung Padi Pandanwangi,” ujarnya, belum lama ini.
Menurutnya, selama ini sektor pariwisata Cianjur lebih banyak dikenal melalui kawasan wisata di wilayah utara, seperti Cibodas. Padahal menurutnya, Cianjur memiliki potensi budaya dan pertanian yang dinilai menjadi ciri khas daerah, salah satunya Kampung Pandanwangi yang berlokasi di Desa Mekarwangi, Kecamatan Warungkondang, Cianjur.
“Kita punya potensi budaya khas yang tak dimiliki daerah lain, yaitu Kampung Padi Pandanwangi. Karena angka kunjungan dan kontribusi PAD dari sana masih rendah, revitalisasi ini diharapkan mampu mendongkrak daya tarik wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah,” tuturnya.
Yudha menjelaskan, pengerjaan revitalisasi Kampung Pandanwangi telah dimulai sejak akhir Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir Desember mendatang. Pelaksanaan pembangungan dilakukan melalui pihak ketiga dengan mekanisme mini kompetisi yang telah menentukan pemenang.
“Pelaksanaannya melibatkan pihak ketiga melalui mekanisme mini kompetisi yang sudah menentukan pemenang. Tugas dinas selanjutnya adalah melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh proses pembangunan,” katanya.
Yudha menambahkan, pihaknya menargetkan Kampung Padi Pandanwangi dapat menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Cianjur. Hal tersebut didukung dengan keberadaan Padi Pandanwangi yang dinilai memiliki nilai khas dan menjadi identitas Cianjur.
“Kami menargetkan Kampung Padi Pandanwangi menjadi destinasi unggulan Kabupaten Cianjur. Padi Pandanwangi adalah identitas unik yang hanya ada di Cianjur. Keunikan inilah yang kami jadikan nilai jual utama untuk menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” terangnya.
Selain Kampung Budaya Padi Pandanwangi, Yudha juga menyebutkan Disbudpar tengah fokus mengembangkan Kampung Adat Miduana yang berlokasi di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Cianjur, sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata dan pelestarian budaya di Cianjur.
“Pengerjaan pembangunan Kampung Adat Miduana masih berada dalam tahap mini kompetisi,” sebutnya.
Yudha menilai, pembangunan Kampung Adat Miduana dan Kampung Budaya Padi Pandanwangi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kunjungan wistawan, tetapi juga diharapkan memberikan dampak terhadap masyarakat di sekitar kawasan wisata.
“Selain memperkuat pariwisata, program ini menjadi langkah nyata dalam melestarikan Kampung Adat Miduana dan keberadaan Padi Pandanwangi. Ketika destinasi ini berkembang, perekonomian masyarakat sekitar, pelaku UMKM, dan sektor usaha jasa pariwisata akan ikut terangkat, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru,” ungkapnya.
Setelah pembangunan selesai, Disbudpar Cianjur akan memfokuskan langkah berikutnya pada promosi destinasi. Yudha menilai promosi menjadi bagian penting untuk memperkenalkan Kampung Padi Pandanwangi dan Kampung Adat Miduana kepada masyarakat di luar Cianjur.
“Setelah pembangunan selesai, tugas krusial berikutnya adalah promosi masif. Langkah ini sangat penting untuk membangun minat dan menyebarkan informasi ke masyarakat luas di luar Cianjur agar tertarik datang ke Pandanwangi dan Miduana,” pungkasnya.(zal)









