Gandeng Best Edutainment, Ratusan Siswa SDN Ibu Dewi 6 Cianjur Ikuti Trauma Healing

BERITACIANJUR.COM – Gandeng Best Edutainment, ratusan siswa SDN Ibu Dewi 6 Cianjur mengikuti kegiatan trauma healing sebagai upaya pemulihan pasca-gempa yang terjadi pada Senin (21/11/2022) lalu.

Acara pun dimulai dengan senam ceria bersama, story telling, hingga aneka permainan dari Tim Best Edutainment Cianjur yang membawa kembali tawa semua siswa.

Kegiatan yang digelar di lapangan sekolah tersebut akan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut. Di mana, pada Rabu (7/12/2022) bagi siswa kelas 1, 2, dan 3. Sementara Kamis (8/12/2022) bagi siswa kelas 4, 5, dan 6.

“Hari ini, kami menggelar kegiatan trauma healing bagi semua siswa. Kami ingin memulihkan kembali semangat mereka pasca-gempa yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujar Kepala SDN Ibu Dewi 6 Cianjur, Sufyan Hidayat, SPd, MM kepada Berita Cianjur, Rabu (7/12/2022).

Menurutnya, kegiatan trauma healing sangat penting dilakukan, mengingat banyak siswa dan guru yang juga terdampak gempa Cianjur.

“Banyak siswa dan guru yang rumahnya roboh. Bahkan ada salah seorang guru kami di Kelas 5 yang harus kehilangan anaknya akibat bencana gempa kemarin,” ucap Sufyan.

Terkait kerusakan bangunan sekolah pasca-gempa, Sufyan menuturkan, sejumlah ruang kelas turut mengalami kerusakan. Mulai dari plafond kelas yang roboh, bocor, hingga dinding yang mengalami retak-retak.

“Alhamdulilah, kemarin kerusakan bangunan sekolah sudah diverifikasi oleh pihak Disdik dan juga dari PUPR Cianjur,” tuturnya.

Melihat kondisi tersebut, lanjutnya, sesuai dengan instruksi dari Disdikpora Cianjur dan hasil rapat sekolah, kegiatan belajar dan Penilaian Akhir Semester (PAS) akan dilaksanakan secara luring.

“Kegiatan belajar dan PAS akan dilakukan secara luring selama masa tanggap darurat bencana gempa Cianjur. Semua siswa mengerjakan soal di rumah, dengan bimbingan dari orangtuanya masing-masing,” terangnya.

Baca Juga  Jelang HJC, Bupati Cianjur dan Forkopimda Ziarah ke Makam Dalem Cikundul

Sufyan berharap, dengan adanya kegiatan ini, para siswa dan guru segera pulih dari trauma dan kegiatan belajar mengajar di sekolah bisa dilaksanakan kembali dengan tenang dan aman.

“Semoga semua siswa dan guru kembali pulih dari trauma, sehingga bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar lagi dengan baik,” tandasnya.(gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *