Gegara Judi Online, Ratusan Pasutri di Cianjur Jadi Janda dan Duda

BERITACIANJUR.COM – Pengadilan Agama (PA) Cianjur mengungkapkan, ada ratusan pasangan suami-istri di Cianjur yang bercerai gegara kecanduan judi online.

Selama periode Januari hingga Juni 2024, sebanyak 2.373 perkara masuk ke Pengadilan Agama dan 1.800 di antaranya merupakan gugatan perceraian.

“Saat ini gugatan cerai dan cerai talak jumlahnya cenderung sama, perbandingannya hampir 50-50. Total dua perkara itu mencapai 1.800 kasus,” ujar Humas PA Kelas 1A Cianjur, Ahmad Rifani, Rabu (12/6/2024).

Ia menyebut, kecanduan judi online menjadi fenomena baru kekinian yang memicu perceraian pasangan suami-istri tersebut.

“Kalau dulu kan biasa dipicu faktor ekonomi, mulai dari nafkah ataupun kondisi ekonomi keluarga. Tapi belakangan ini ada fenomena baru, banyak yang dipicu oleh judi online, baik yang dilakukan suami ataupun istrinya,” terangnya.

Bahkan, lanjutnya, dalam setiap 20 kali sidang yang dijalaninya setiap hari, terdapat 2 hingga 3 kasus perceraian yang dipicu judi online.

“Jumlah perceraian karena judi online makin tahun makin banyak. Kalau diakumulasikan bisa ratusan yang dipicu judi online,” bebernya.

Ia juga mengungkapkan, dalam salah satu perkara ditemukan jika bukan suami yang kecanduan judi online tetapi istrinya hingga menghabiskan uang Rp1 miliar.

“Kebanyakan memang suaminya yang kecanduan judi online. Tapi salah satu kasus ini malah istrinya yang kecanduan. Memang tidak langsung habis Rp1 miliar, tapi secara berkala. Diberi uang untuk modal, tapi tiba-tiba habis. Kemudian diberi lagi hingga total Rp1 miliar. Setelah ditelusuri oleh suaminya, ternyata habis untuk judi online,” bebernya.

Dia mengatakan, fenomena perceraian karena judi online turut berdampak pada finansial keluarga termasuk anak-anak.

“Karena pada akhirnya, orang tua lah yang akan dibebankan untuk kondisi finansial rumah tangga, apalagi bagi yang sudah punya keturunan,” jelasnya.

Baca Juga  Dugaan Korupsi Rp1,2 T, CRC dan Sejumlah Aktivis Tantang Kuasa Hukum Plt Bupati Cianjur Adu Data

Tekan Angka Perceraian, Pemkab Cianjur Siapkan Solusi

Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan solusi untuk menekan kasus perceraian yang dipicu faktor ekonomi.

“Saya dapat informasi dari PA, kalau yang paling banyak bercerai adaah yang berkerja di pabrik. Kasusnya biasanya istri yang di pabrik, suami di rumah. Akhirnya istri merasa jadi bos dan sering bersinggungan dengan lawan jenis di tempat kerjanya, akhirnya gugat cerai,” terang Herman.

Ia pun menginstruksikan pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk membuat aturan pada perusahaan pabrik untuk mengutamakan tenaga kerja laki-laki dibanding perempuan.

“Nantinya pabrik harus memperbanyak tenaga kerja laki-laki dari pada perempuan. Untuk menakan perceraian. jadi laki-laki bekerja, istri di rumah, Insya Allah rumah tangga bisa harmonis,” tutupnya.(gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *