BERITACIANJUR.COM – Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur yang viral karena diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) kini sudah diketahui keberadaannya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Deny Widya Lesmana mengatakan, saat ini Ai Juariah sudah berada di lingkungan KBRI di Libya.
“Dari Kemlu RI telah berhasil menemukan keberadaan Ai Juariah di Libya dengan kondisi yang cukup baik,” ujar Deny, Senin (29/6/2026).
Terkait kepulangan Ai ke Indonesia, Disnakertrans Cianjur sudah melakukan koordinasi dengan Kemlu RI agar dapat dibantu dalam proses pemulangannya.
“Kami masih berkoordinasi terkait rencana pemulangannya ke Indonesia karena ada beberapa dokumen yang harus dipenuhi. Semoga saja prosesnya tidak ada hambatan,” paparnya.
Deny pun memastikan, bahwa Ai Juariah merupakan TKW yang berangkat ke Libya secara nonprosedural.
“Terkait gajinya juga, informasinya tidak diterima langsung oleh yang bersangkutan tetapi kepada pihak ketiga, dan ini yang juga masih kita telusuri,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, video seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur bernama Ai Juariah (43) mendadak viral di media sosial.
Pasalnya, dalam video berdurasi 59 detik itu terlihat Ai menangis histeris dengan kondisi wajah yang berdarah-darah. Ia pun meminta pertolongan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk segera dipulangkan ke Indonesia.
Dalam pengakuannya, Ai merasa sudah tidak kuat bekerja karena selalu mengerjakan pekerjaan di luar kemampuan fisiknya hingga membuat mentalnya terganggu.
Diketahui, Ai Juariah sudah 14 bulan berada di Libya dan bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART). Namun, sejak awal keberangkatan Ai ke Libya pihak keluarga tidak diberikan informasi ataupun salinan dokumen resmi terkait keberangkatannya.(gap)








