BERITACIANJUR.COM – Nyaris menimbun bangunan SDN Songgom 2, tembok penyangga tanah (TPT) penghubung dua desa di Kecamatan Gekbrong longsor. Warga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur segera memperbaikinya.
Berdasarkan pantauan beritacianjur.com, kondisi TPT yang longsor tersebut terjadi di dua titik di sepanjang jalur akses yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Songgom dan Bangbayang.
Salah seorang warga setempat, Suryana (68) mengatakan, titik pertama TPT yang longsor itu berada tepat di atas bangunan SDN Songgom 2, di mana material tanah longsornya hampir menimbun bangunan sekolah tersebut.
“Iya penyangga tanah itu longsor akibat hujan deras pada Jumat (4/4/2025) lalu, waktu itu tanah yang longsor hampir menimbun bangunan sekolah, namun beruntung masih terhalang tembok jadi hanya sedikit material yang masuk ke sekolah,” ujar Suryana kepada wartawan, Kamis (10/4/2025).
Menurutnya, hujan deras yang menyebabkan banjir menjadi pemicu longsor. Bahkan, air banjir juga sempat menggenang halaman SDN Songgom 2.
Hal itu diakibatkan karena selokan yang mengalir di dekat bangunan sekolah tersebut, lanjutnya, terhalang oleh material TPT yang longsor, sehingga air banjir yang deras masuk dan menggenang di halaman sekolah.
“Jadi tepat di bawah TPT yang longsor itu ada selokan, di pinggirnya baru bangunan SDN Somggom 2. Karena material TPT yang longsor menimbun selokan sekolah itu, jadi air meluap dan banjir ke halaman sekolahnya,” imbuhnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran sejumlah warga setempat. Pasalnya, selain dilewati kendaraan roda dua dan empat, akses jalur tersebut juga kerap dilintasi para siswa-siswi yang bersekolah di SDN Songgom 2.
“Kehawatiran kami yang utama tuh jalur tersebut menjadi akses para anak-anak sekolah, jika kondisi tersebut tak kunjung diperbaiki, takutnya berakibat fatal kepada anak-anak sekolah,” paparnya.
Sedangkan kejadian serupa yang terjadi di titik kedua, Suryana menyebutkan, lokasinya berjarak sekitar 100 meter dari titik pertama. Ia menilai penyebabnya sama yakni akibat hujan deras dan banjir.
“Di titik yang kedua sekitar 100 meter dari lokasi pertama, material longsornya ke bawah sungai. Namun di titik kedua kejadiannya sudah lama, kira-kira pertengahan bulan puasa,” ungkapnya.
Sambil menunggu upaya perbaikan dari Pemkab Cianjur, warga melakukan gotong royong dengan mendirikan pagar penghalang di sepanjang TPT yang longsor.
“Kami mendirikan pagar sepanjang 7 meter untuk menjadi penghalang sementara, agar kondisi aman dan mengingatkan para pelintas supaya hati-hati,” jelasnya.
Meski begitu, pihaknya tetap berharap agar pihak terkait segera memperbaiki TPT yang longsor, mengingat selain sebagai penghubung dua desa, jalur tersebut juga sebagai akses para pelajar bersekolah.
“Kami warga di sini berharap pemerintah segera memperbaiki kondisi TPT yang longsor, karena jika didiamkan terus seperti ini akan membahayakan para pelintas,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Kusmana Wijaya mengaku hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan terkait kejadian tersebut.
Sehingga, kini BPBD Cianjur belum dapat memberikan keterangan terkait kejadian tersebut, dan pihaknya mendorong untuk segera membuat laporan agar dapat segera ditangani secepat mungkin.
“Kami belum dapat laporannya, kita tunggu saja laporannya baru kami akan melakukan penanganan. Sampai saat ini pun kami belum mendapatkan informasinya,” pungkasnya.(gil)









