BERITACIANJUR.COM – Pasca-peristiwa tewasnya pasangan suami istri (pasutri) yang hanyut terseret arus banjir di Jalan Raya Cipanas, Kecamatan Pacet, Cianjur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur akan mengerahkan 380 Relawan Tangguh Bencana (Retana) untuk bersiaga di sejumlah titik rawan bencana.
Saluran drainase di Pacet yang luapannya kerap menciptakan arus banjir deras hingga airnya menggenangi badan jalan yang menyulitkan pengendara untuk melintas, makin disorot publik setelah menelan korban jiwa.
Meski begitu, Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, menegaskan fokusnya tak hanya di kawasan Kecamatan Pacet saja, namun pihaknya akan segera menempatkan ratusan personel Retana di seluruh desa terutama di titik rawan bencana, untuk bersiaga melakukan penanggulangan berbagai bencana.
Menurutnya, peristiwa kelam yang menimpa pasutri asal Bandung yang hanyut terbawa arus beberapa waktu lalu, menjadi salah satu bahan evaluasi untuk meningkatkan upaya penanggulangan bencana.
“Tentunya kejadian yang kemarin itu memang menjadi bahan evaluasi kami, sebab ke depannya kami akan kerahkan ratusan personel di setiap desa terutama di titik rawan bencana, agar dapat lebih tanggap melakukan evakuasi korban bencana,” ujar Asep kepada beritacianjur.com, Selasa (31/3/2026).
Asep mengaku BPBD telah memetakan sejumlah titik wilayah yang kerap terjadi banjir, seperti di Kecamatan Pacet, Karangtengah, hingga Sindangbarang.
“Bencana banjir sering terjadi di wilayah tertentu, dan kami ingatkan masyarakat untuk waspada terhadap titik-titik tersebut,” ungkapnya.
Asep mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kondisi cuaca yang akhir-akhir ini kerap terjadi hujan lebat disertai angin kencang, yang diprediksi akan terus terjadi hingga pertengahan April.
“Kami tentunya selalu mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap kondisi cuaca saat ini. Hujan lebat diprediksi terjadi sampai beberapa pekan ke depan, sebab masyarakat harus tingkatkan kewaspadaan dan tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.(gil)








