BERITACIANJUR.COM – Persiapan menghadapi pemilihan kepala desa (pilkades) digital di 47 desa di Kabupaten Cianjur yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang, pembentukan panitia tingkat desa ditargetkan terlaksana pekan depan.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Cianjur, Dendi Rinaldi. Menurutnya, pilkades digital melibatkan sejumlah perangkat daerah, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
“Pihak yang menjadi leading sector atau melaksanakan pendampingan terhadap pelaksanaan pilkades ini bukan hanya DPMD, tapi sudah lebih luas lagi karena dalam waktu dekat akan dibentuk panitia pelaksana pilkades serentak yang melibatkan perangkat daerah lain,” ujarnya saat dihubungi beritacianjur.com, Kamis (27/8/2026).
Dendi menerangkan, panitia tingkat kabupaten akan dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur dengan wakilnya Asisten Daerah (Asda). Sementara DPMD berada di bagian sekretariat bersama sejumlah perangkat daerah lainnya, yakni inspektorat, Disdikpora, Dinkes, Diskominfo, BPBD, Satpol PP, Kesbangpol, serta Setda Cianjur.
Selain tingkat kabupaten, sambung dia, kepanitiaan juga dibentuk di tingkat kecamatan dan desa. Setelah panitia desa terbentuk, DPMD bakal memberikan pembekalan sebelum memasuki tahapan pendaftaran calon kepala desa.
“Hari ini sedang persiapan pembentukan panitia tingkat desa. Jadi nanti setelah panitia tingkat desa terbentuk semua, kita akan pembekalan dulu kepada panitia, baru kemudian mungkin di minggu pertama pada September ataupun di minggu kedua ini sudah mulai dilakukan pembukaan pendaftaran calon,” jelas Dendi.
Dari sisi sarana, perangkat digital untuk pelaksanaan pilkades nantinya disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Dendi menyebut perangkat akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa.
Sementara pelatihan bagi panitia dan perangkat desa baru dilakukan setelah kepanitiaan tingkat desa terbentuk. Pelatihan tersebut juga mencakup penyusunan data kependudukan yang nantinya menjadi dasar daftar pemilih tetap (DPT).
Untuk masyarakat, lanjut Dendi, sosialisasi akan dilakukan secara bertahap bersamaan dengan proses pendaftaran dan pencalonan. DPMD menyiapkan simulasi, video tutorial, serta pemanfaatan media sosial pemerintah daerah sebagai sarana edukasi.
“Di pertengahan proses pendaftaran calon maupun di proses tahapan pencalonan, kita juga akan simultan melakukan edukasi kepada masyarakat. Berbagai bentuk ya, kita akan melakukan simulasi, menyediakan video tutorial yang dibagikan kepada masyarakat setempat,” ungkapnya.
Terkait kendala, Dendi menyebut sejauh ini belum terdapat persoalan yang signifikan. Ia juga menegaskan pilkades digital tidak sama dengan pilkades online karena sistem tersebut tidak bergantung pada jaringan internet.
“Kita tidak menggunakan jaringan karena kita bicaranya pilkades digital bukan pilkades online. Jadi kita hampir sama sekali tidak menggunakan jaringan internet,” tegasnya.
Dengan persiapan yang dilakukan, Dendi mengaku optimistis pelaksanaan pilkades digital di 47 desa dapat berjalan lancar. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak khawatir menggunakan sistem digital saat memberikan hak pilihnya.
“Pesan utama kita adalah pilkades digital itu mudah, tidak sulit, semua pihak bisa melakukannya. Jadi jangan takut, jangan bimbang. Segala sesuatu terkait pilkades digital ini bukan sesuatu yang sulit, tapi justru sesuatu yang memberikan kemudahan,” pungkasnya.(zal)









