Pertanian Terpadu, Dinas Pertanian Cianjur Kejar Peningkatan Produktivitas Lahan 1.000 Hektar

BERITACIANJUR.COM – DENGAN memaksimalkan pupuk organik untuk lahan pesawahan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (Dinas Pertanian) Cianjur tengah gencar menjalankan konsep pertanian terpadu yang ramah lingkungan.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Cianjur, Dandan Hendayana menyebutkan, hal tersebut dalam rangka melaksanakan program Bupati Cianjur, Herman Suherman, yakni peningkatan produktivitas lahan 1.000 hektar.

“Pertanian terpadu ini memadukan komponen tanaman pangan padi sawah dengan peternakan atau memadukan dua sub sektor. Konsepnya menerapkan pupuk organik untuk lahan pesawahan. Salah satu tujuannya menekan biaya produksi seiring dengan dicabutnya subsidi pupuk,” ujarnya kepada beritacianjur.com, Selasa (25/10/2022).

Tak hanya itu, Dandan juga mengklaim program pertanian terpadu tersebut bertujuan agar meningkatkan kesuburan alam serta meningkatkan produktivitas lahan sawah per hektarnya.

Dari ketiga tujuan tersebut, sambung dia, terdapat tahapan semi organik alias mengombinasikan pupuk organik dengan non organik. Untuk pupuk organik, Dandan mengatakan, diperoleh dari kandang sapi kelompok tani terdekat.

“Kombinasi ini dengan mengurangi kadar non organiknya. Jadi, pupuk organiknya 2 ton per hektar, sementara urea dan NPK-nya masing-masing 100 kg,”

Saat ditanya hasil dari konsep pertanian terpadu, Dandan mengklaim, pada tahun ini target yang tercapai terkait peningkatan produktivitas mencapai 215 hektar, dari 11 kelompok tani yang tersebar di 11 kecamatan.

“Jadi dari target 1.000 hektar selama 5 tahun, tahun pertama ini sudah tercapai 215 hektar. 9 kecamatan tersebut di antaranya Bojongpicung, Cianjur, Cibeber, Cugenang, Cidaun, Pagelaran, Sindangbarang, Cibinong dan kecamatan lainnya,” ungkapnya

Sementara itu, terkait hasil panennya, Dandan menerangkan, dengan menerapkan pertanian terpadu, hasil panennya meningkat 1 kuintal per hektar. Namun, meski terjadi peningkatan, Dandan menyebut hasil tersebut belum maksimal karena pihaknya menargetan peningkatan hingga 5 kuintal lebih per hektar.

Baca Juga  Ade Barkah Resmi Ditahan, CRC Desak KPK Telusuri Pengurusan Banprov di Cianjur

“Sekarang baru proses penanaman. Sebelumnya pada panen Agustus lalu, hasil meningkat 1 kuintal per hektar. Karena baru permulaan, hasil itu baik namun belum signifikan. Jika komposisinya 4 ton pupuk organik per hektar, maka peningkatannya bisa 5 kuintal lebih per hektar,” pungkasnya.(gie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *