BERITACIANJUR.COM – Tiga orang pelaku pengeroyokan terhadap seorang kurir jasa ekspedisi di Kampung Cinangka, Desa Mekarmulya, Kecamatan Pasirkuda, Cianjur, diringkus polisi.
Kapolsek Tanggeung, AKP Dedi Suryaman, mengatakan penetapan tersangka dan penangkapan para pelaku tindak pidana penganiayaan terhadap korban bernama Abdul Kudus (24) tersebut, dilakukan setelah pemeriksaan terhadap para saksi hingga penyelidikan lebih lanjut.
“Usai kami melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut terkait perkara ini, tiga pelaku kini sudah kami amankan di Mapolsek Tanggeung,” ujar Dedi, Jumat (30/1/2026).
Ketiga pelaku tersebut antara lain RMD (19), A (18), N (28) yang seluruhnya merupakan warg asal Kampung Cinangka, RT 02/RW 02, Desa Mekarmulya, Kecamatan Pasirkuda, Cianjur.
Dedi menyebutkan, semua pelaku pengeroyokan kurir paket berhasil diamankan di kediamannya di wilayah Kecamatan Pasirkuda, pada Kamis (29/1/2026).
“Awalnya kami berhasil menangkap 2 pelaku, namun setelah dilakukan pengembangan akhirnya 1 pelaku lagi berhasil diringkus, sehingga seluruh pelaku kini sudah diamankan semuanya,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Seorang kurir jasa ekspedisi, Abdul Qudus (24), dikeroyok sejumlah orang di Kampung Cinangka, Desa Mekarmulya, Kecamatan Pasirkuda, Cianjur, Kamis (29/1/2026). Korban mengalami luka serius di bagian kepala.
Berdasarkan informasi yang dihimpun beritacianjur.com, pengeroyokan terjadi akibat kesalahpahaman saat pengiriman paket dengan sistem cash on delivery (COD).
“Kejadian bermula saat korban mengantarkan paket ke Kampung Cinangka pada Rabu (28/1/2026) lalu. Namun pemesan paket tidak ada di rumahnya dan akhirnya tidak jadi transaksi,“ ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Karena transaksi COD tidak jadi, sambung dia, korban mengingatkan agar transaksi tetap bisa dilakukan meski pemesan tidak berada di tempat, untuk lain kali seharusnya pemesan menitipkan uang pemesanan kepada seseorang yang berada di rumah.
“Perkataan teman saya (korban) itu malah disalahartikan. Pelaku tersinggung lalu mengajak empat temannya untuk mengeroyok. Pengeroyokan terjadi saat teman saya mengantarkan paket ke rumah yang dekat dengan rumah pelaku. Saat itu teman saya langsung didatangi pelaku dan empat saudaranya,“ ungkapnya.
“Posisi teman saya masih di sepeda motornya, langsung dipukuli, dikeroyok, sampai kepala teman saya robek dan berdarah. Darahnya kena paket yang disimpan di depan jok sepeda motornya,“ sambungnya.
Aang menyebutkan, saat dikeroyok, korban berusaha untuk melarikan diri ke gudang paket. Dengan kondisi bersimbah darah, korban langsung ditolong teman kurirnya.
“Saat itu saya lagi di gudang juga. Sebenarnya saya harus mengantarkan paket, tapi saya harus menolong dulu teman saya yang terluka. Kami perban dulu luka korban dan langsung membawanya ke rumah sakit agar dirawat dan visum,“ terangnya.
Pasca-pengeroyokan, sambung dia, sejumlah rekan korban yang merupakan sesama kurir mendatangi rumah pelaku untuk meminta penjelasan.
“Alasan pelaku itu tersinggung dengan ucapan korban. Jadi dari lima orang yang mendatangi korban, katanya ada tiga orang yang mengeroyok korban,“ jelasnya.
Saat ditanya kondisi korban, Aang menyebutkan saat ini korban masih dirawat di rumah sakit karena luka robek di bagian kepalanya harus dijahit.(gil)









