BERITACIANJUR.COM – Ada yang menarik di acara halal bihalal warga di Kampung Maleber, Desa Cikondang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, pada Sabtu (20/4/2024).
Yups, ada pertunjukan debus yang merupakan ciri khas budaya di Kampung Maleber dan rutin digelar setiap tahunnya.
Masyarakat pun terlihat antusias dan berbondong-bondong untuk menonton berbagai aksi pukulan ke tubuh sendiri atau ke rekan setimnya menggunakan benda tajam seperti paku dan parang.
Bahkan, ada bagian dari aksi debus yang turut dipraktikan kepada masyarakat yang datang menonton.
Pertunjukan debus pun diawali dengan para pratiksi yang menancapkan paku ke tubuh, lalu menyayatkan parang ke sebuah batang pohon pisang terlebih dahulu sebelum digunakan ke bagian tubuh.
Setelah itu, pertunjukan dilanjutkan dengan aksi sebuah parang yang digesekan ke seluruh bagian tubuh, mulai dari lengan, perut, leher, dan lidah.
Selama pertunjukan itu dimulai, beberapa penonton banyak yang berteriak karena terkejut saat melihat aksi ekstrem yang dilakukan oleh para praktisi debus tersebut.
Salah satu Pengurus sekaligus Pimpinan Debus Kecamatan Cibeber, Wahab Alkirmani mengatakan, kegiatan debus ini memang rutin dilaksanakan setiap tahun untuk mempertahankan warisan tradisional dan kearifan lokal.
“Kegiatan ini juga merupakan salah satu budaya agama Islam pada zaman dulu, sebagai bentuk ekspresi budaya yang harus dipertahankan,” ujar Wahab, Senin (22/4/2024).
Ia mengungkapkan, bahwa selama kegiatan ini, pihaknya langsung diundang oleh remaja Masjid Al-Mukhtar untuk mengisi dan menggelar acara debus di Kampung Maleber setiap tahunnya.
“Saya dan rekan-rekan, Alhamdulillah sudah puluhan tahun langsung mengurus acara debus di kampung ini” jelasnya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat terus terlaksanakan ke depannya guna melestarikan dan meneruskan warisan budaya yang turun menurun.
“Dengan adanya pertunjukan debus ini, semoga masyarakat dapat menjaga ikatan sejarah dan meneruskan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang,” pungkasnya.(gil/gap)










