BERITACIANJUR.COM – Sebuah video berdurasi 41 detik memperlihatkan aksi sejumlah anak terlibat duel di wilayah Kelurahan Bojongherang, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, beredar viral di media sosial dan grup WhatsApp.
Dua pasang pelajar tingkat SD dan SMP saling bakul pukul hingga berjatuhan. Sementara pelajar lainnya malah merekam dan bersorak sorai.
Seperti diketahui, sebelumnya beredar viral tayangan penganiayaan terhadap dua pelajar SMP yang dilakukan belasan remaja di belakang salah satu klinik di Kelurahan Bojongherang.
Diduga, kejadian dual 2 Vs 2 antarpelajar SD dan SMP tersebut terjadi sebelum peristiwa penganiayaan terhadap 2 pelajar SMP. Dugaan lainnya, lokasi dua aksi kekerasan tersebut dilakukan di lokasi yang sama.
Dugaan tersebut muncul setelah adanya remaja yang mengenakan kemeja bermotif kotak-kotak hitam-putih terlihat di kedua video aksi kekerasan yang terjadi pada Senin (13/4/2026) lalu.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, mengaku pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait video aksi kekerasan antarpelajar tersebut.
“Untuk mengetahui waktu dan tempat serta siapa saja yang terlibat dalam aksi perkelahian tersebut, kami akan menelusuri videonya,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Dengan adanya kemiripan sejumlah orang dalam dua kejadian aksi kekerasan tersebut, pihaknya juga akan mendalaminya.
“Karena ada kemiripan beberapa orang dalam dua kejadian, kami juga akan mendalaminya untuk memastikan apakah berkaitan atau tidak,” tegasnya.
Ia juga mengimbau kepada para orangtua untuk meningkatkan pengawasan aktivitas anak-anaknya, terutama setelah jam sekolah.
“Kami akan mendalami aksi kekerasan tersebut. Mari kita jaga bersama anak-anak agar tidak melakukan tindakan negatif, apalagi perkelahian dan penganiayaan
Diberitakan sebelumnya, tayangan penganiayaan terhadap dua pelajar SMP yang dilakukan belasan remaja di belakang salah satu klinik di Kelurahan Bojongherang, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 29 detik tersebut memperlihatkan belasan remaja mencekik hingga memukul kedua korban, MR dan AP yang diketahui merupakan siswa SMPN 1 Cianjur. Kedua korban mengalami memar dan pusing akibat terkena pukulan di bagian kepala belakang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun beritacianjur.com, peristiwa kekerasan yang terjadi pada Senin (13/4/2026) siang tersebut dilakukan di depan sejumlah pelajar SD ketika bubaran sekolah.
Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Amelia Putra, membenarkan pihaknya telah menerima laporan resmi dari keluarga korban dan langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Setelah laporan kami terima, kejadian tersebut langsung didalami dan diproses lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku. Kami secepatnya akan mengamankan pelaku dan mengungkap motifnya,” tegasnya.(gil)









