BERITACIANJUR.COM – Kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Cianjur terus mengalami lonjakan setiap tahunnya. Tercatat, hingga Februari 2024 saja kasusnya sudah menembus 2.171 orang penderita.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Frida Layla Yahya mengatakan, TBC menjadi 10 besar penyakit dengan jumlah pasien rawat jalan dan rawat inap tertinggi di Cianjur.
“Kasus TBC atau untuk warga Cianjur sering disebut Koch Pulmonal (KP) ini memang tinggi kasusnya. Setiap tahun terjadi peningkatan temuan kasusnya,” ujar Frida, Senin (25/3/2024).
Menurutnya, pada 2018 kasus TBC di Cianjur mencapai 5.074 orang, angkanya sempat turun pada 2020 dan 2021 dimana temuan kasus TBC mencapai 4.000 kasus.
Namun, pada 2022 kasus TBC kembali naik menjadi 7.102 orang dan kembali melesat pada 2023 lalu yang mencapai 9.582 orang penderita.
“Saat Covid-19 merebak, temuan kasus TBC menurun. Tapi angkanya kembali naik di 2022 dan di 2023 lalu adalah puncaknya,” paparnya.
“Di dua bulan pertama tahun inipun kasusnya sudah tinggi mencapai 2.171 orang,” terangnya.
Ia menuturkan, tingginya kasus TBC lantaran penyakit tersebut mudah menular, bahkan melaluinya udara.
“Penularan juga lebih banyak terjadi pada masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah dengan kondisi lingkungan yang kurang sehat dan kondisi rumah tanpa ventilasi yang memadai,” terangnya.
“Saya berharap di momen Hari Tuberkulosis se-dunia bisa jadi momen untuk kita sama-sama mencegah penyebaran TBC atau KP,” tutupnya.(gil/gap)







