BERITACIANJUR.COM – Sebuah tugu besar berbentuk ayam pelung berdiri kokoh di dekat Taman Kota Cianjur atau di persimpangan Jalan dr. Muwardi, Jalan Arif Rahman Hakim, dan Jalan Raya Cianjur-Bandung.
Uniknya tugu tersebut terbuat dari ratusan knalpot bising atau knalpot brong dan telah diresmikan pada Rabu (16/9/2026).
Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, menyebutkan pembangunan tugu itu tidak hanya bertujuan mempercantik wilayah Cianjur, tetapi juga mengingatkan masyarakat terhadap dampak kebisingan knalpot brong.
“Tugu ini dibangun untuk mengingatkan warga tidak menggunakan knalpot brong pada sepeda motornya. Karena kebisingan yang dihasilkan membuat pengendara lain atau warga secara umum terganggu. Selain itu, tugu ini akan mempercantik Cianjur,” ujarnya, Rabu (16/9/2026).
Ia menambahkan, pemilihan bentuk ayam pelung juga memiliki nilai filosofis karena merupakan hewan khas Cianjur yang perlu dikenalkan secara luas.
“Jadi sekaligus mengingatkan lagi bahwa Cianjur punya hewan khasnya yakni ayam pelung. Sehingga tidak hanya ada nilai keindahan, tapi juga nilai filosofis mengenalkan kembali ayam pelung secara luas melalui tugu,” jelasnya.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, menerangkan total 349 knalpot brong hasil sitaan polisi yang digunakan untuk membangun tugu berbentuk ayam pelung itu. Jumlah 349 knalpot brong, sambung dia, disesuaikan dengan usia Kabupaten Cianjur yang tahun ini menginjak 349 tahun.
“Knalpot brong yang digunakan sekitar 349 unit. Jumlahnya disesuaikan dengan usia Cianjur yang tahun ini menginjak 349 tahun. Untuk ribuan knalpot lainnya segera kami musnahkan,” tuturnya.
Menurut Aang, penertiban penggunaan knalpot brong akan terus dilakukan. Razia kendaraan menjadi salah satu upaya untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Tentu tidak berhenti di sini, razia akan kami terus gelar untuk menciptakan Cianjur yang aman dan nyaman tanpa kebisingan knalpot brong,” katanya.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pipit Rismanto, turut menyampaikan pentingnya peran keluarga dalam membentuk perilaku anak, termasuk dalam penggunaan kendaraan bermotor.
“Peran keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan perilaku anak, sehingga tak ada lagi yang menggunakan knalpot brong pada kendaraannya,” ungkap Pipit.
Wakil Bupati Cianjur Ramzi juga mengingatkan para pengguna sepeda motor, khususnya anak-anak muda, agar tidak menjadikan knalpot bising sebagai gaya untuk tampil keren.
“Mayoritas kan anak-anak yang menggunakan sepeda motor. Tapi sudah bukan zamannya menggunakan knalpot bising untuk tampil keren. Lebih baik menggunakan kendaraan yang standar, dan tampil keren melalui prestasi demi masa depan,” pungkasnya.(zal)









