BERITACIANJUR.COM – Di balik keunikan lomba panjat pinang berhadiah sosok janda cantik di atasnya saat peringatan HUT ke-79 RI di Kampung Lembur Tengah RW 16, Kelurahan Solokpandan Cianjur ternyata memiliki pesan yang menarik.
Pasalnya, keunikan lomba di Kampung Lembur Tengah tersebut berasal dari spontanitas Ketua RW bersama para pemudanya.
Ketua RW 16 Solokpandan, Amir Saepudin (50) mengatakan, kegiatan lomba panjat pinang yang ditampilkan di wilayahnya memang sengaja dibuat berbeda dari daerah lain, semata-mata untuk membangun kreativitas dan menjadi daya tarik tersendiri.
“Iya saya spontanitas aja, karena merasa perlombaan yang biasa saja terlihat bosan ditampilkan. Saya pun terlintas ingin menampilkan lomba yang unik lalu tercipta lah lomba tersebut,” ujar Amir kepada Berita Cianjur, Senin (19/8/2024).
Menurutnya, selain unik dalam segi perlombaan, pemandangan sosok wanita di atas puncak pohon pinang juga memiliki pesan yang begitu menarik.
“Jadi sebenarnya pesan yang ingin disampaikan dalam lomba tersebut, yaitu untuk memotivasi para kaum pria untuk mengejar dunia dan kalau diibaratkan ya seorang wanita,” imbuhnya.
“Intinya, kita dalam hidup itu terutama seorang pria tidak akan pernah lepas dengan sosok wanita. Jadi kami simpan seolah ada sosok wanita di atasnya, selain itu panjat pinang juga mengandung unsur gotong-royong,” tambahnya.
Karena dibuat berbeda, sambungnya, antusias warga dalam mengikuti lomba tersebut juga sangat luar biasa. Di mana peserta dari warga di kampungnya itu sangat bekerja keras dalam menggapai hadiah yang disediakan.
“Sangat luar biasa antusias warganya, tidak heran jika banyak sekali yang ingin mengikuti lomba panjat pinang tersebut, karena ada keunikan dari lomba panjat pinang pada umumnya,” tuturnya.
Amir mengungkapkan, sosok yang terlihat seperti wanita pada lomba panjat pinang tersebut, aslinya merupakan seorang pria yang sengaja dirias menjadi seperti wanita.
Tidak heran jika banyak sekali masyarakat yang mengira bahwa sosok tersebut merupakan asli seorang wanita.
“Pria yang didandani menjadi wanita itu adalah salah seorang panitia acara perlombaan tersebut. Lewat musyawarah tentunya, tanpa paksaan sama sekali, bahkan dia yang menginginkannya sendiri,” paparnya.
Ia menuturkan, fakta di balik sosok wanita yang dijadikan sebagai hadiah bagi pemenang lomba, yakni hanya sebuah uang tunai saja, bukan nyata mendapatkan seorang perempuan.
“Itu kan hanya setingan saja, bukan asli hadiahnya wanita. Niatnya juga bukan untuk merendahkan wanita, tapi hanya ingin membuat menarik saja dan juga kan ada pesannya,” jelasnya.
Selain itu, rasa nasionalisme seluruh warga di Kampung Lembur Tengah juga patut dicontoh oleh daerah lain. Pasalnya, di kampung tersebut setiap tahunnya tidak pernah terlewatkan untuk melaksanakan upacara terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan perlombaan.
“Kita tidak ikut perang kan, jadi apa susahnya kalau upacara dulu. Jadi menurut saya upacara di momen peringatan kemerdekaan itu sangat penting untuk mengenang jasa para pahlawan,” tegasnya.
Amir berharap, untuk ke depannya ia dan seluruh pemuda serta seluruh warga di kampungnya dapat terus menciptakan berbagai perlombaan yang lebih unik lagi dari pada tahun sekarang.
“Sangat ingin, tapi kalau saat ini belum ada idenya, kita tunggu aja tahun depan. Semoga ada lagi perlombaan yang lebih menghebohkan para masyarakat di luar sana dengan kreativitas,” pungkasnya.(gil/gap)










