BERITACIANJUR.COM – Dua mahasiswa sesama jenis kedapatan bermesraan di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Cianjur.
Kedua mahasiswa itu diketahui tengah melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di wilayah Gang Rinjani, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur.
Setelah memergoki insiden itu, warga kemudian menggeruduk posko KKN dan mengamankan kedua mahasiswa tersebut. Kini kedua pria itu tengah diperiksa pihak kepolisian.
“Kejadiannya Kamis (27/8/2026) malam sekitar pukul 21.00 Wib. Awalnya saya kira mereka ngobrol biasa, tapi tiba-tiba mereka melakukan hal yang tidak senonoh, pegangan tangan sambil cium tangan, terus pegang atau mengelus-elus dagu,” ujar petugas Satpam Kantor PUTR Cianjur, Haris.
Ia mengaku sangat heran melihat kedua pria yang malah asyik bermesraan padahal kondisi di lokasi masih ramai dan banyak masyarakat yang beraktivitas.
“Padahal posisinya itu di pinggir jalan masih ramai, di seberang ada warung Madura, karena belum terlalu larut malam,” katanya.
Begitu mendapatkan informasi tersebut, salah seorang warga, Muhammad Fitra Ramdani (20), mengatakan sejumlah warga sekitar langsung menggeruduk lokasi posko KKN kedua mahasiswa tersebut yang berada di kawasan Gang Rinjani.
“Mereka kan sedang buka posko di Gang Rinjani, RT 02, dan di sana ada teman-temannya juga, kemudian ditunjukkan foto dan videonya untuk memastikan. Ternyata benar mereka memang mahasiswa KKN,” ucapnya.
Saat diinterogasi, sambung dia, kedua pria tersebut mengaku memang sudah sering bermesraan atau melakukan tindakan tidak senonoh di posko KKN saat kondisi sepi.
“Menurut pengakuan mereka berdua, di posko sudah melakukan hal yang tidak senonoh atau asusila, yaitu ciuman bibir,” jelasnya.
“Jadi mereka melakukan itu sudah dua kali saat kondisi posko KKN tersebut sepi karena teman-teman lainnya sedang mencari makan di luar. Nah berarti di posko sudah ciuman bibir dua kali, lalu di pinggir jalan bermesraan,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, sejumlah warga sekitar menolak keras adanya tindakan asusila sesama jenis di wilayahnya. Sebab itu warga langsung menyerahkan kedua pria tersebut kepada pihak berwenang.
“Kami intinya jelas menolak, jangan sampai ada yang meniru. Kami juga tidak langsung mengambil hakim sendiri. Jadi kami menunggu orang-orang yang lebih mengerti seperti kepolisian dan aktivis Islam. Setelah itu mereka dikumpulkan di rumah sambil menunggu kepolisian datang. Mereka juga mengakui dan akhirnya dibawa ke Polsek kota,” paparnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cianjur, Ipda Radhika membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya saat ini kedua pria yang diduga melakukan tindakan asusila tersebut sudah diserahkan ke Mapolres Cianjur.
“Iya tadi setelah diamankan warga, kedua pria ini sempat dibawa ke Mapolsek Cianjur, namun saat ini mereka sudah berada di Mapolres Cianjur untuk diperiksa dan dimintai keterangan terkait peristiwa itu,” pungkasnya.(gil)









