BERITACIANJUR.COM – Bus Karunia Bakti sempat terbakar akibat pecah ban di Bundaran Tugu Lampu Gentur Cianjur, Jumat (19/9/2025) sekitar pukul 17.30 Wib.
Berdasarkan pantauan beritacianjur.com, akibat peristiwa tersebut arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan, namun pihak kepolisian dengan sigap langsung turun ke lokasi untuk mengatur arus kemacetan hingga kembali normal.
Seorang saksi sekaligus warga sekitar, Rifan (38), mengatakan kejadian bermula saat bus Karunia Bakti jurusan Jakarta-Garut bernopol Z 7527 DC, yang melaju dari arah Puncak menuju Cianjur kota tiba-tiba mengalami pecah ban belakang sebelah kiri.
“Jadi tadi tuh terdengar ada ledakan awalnya di tengah jalan, terus warga sempat heboh juga tadi mendengar suara ledakan itu,” ujar Rifan kepada beritacianjur.com.
Kemudian saat tepat berada di sekitar bunderan Tugu Lampu Gentur Cianjur, sambung dia, tiba-tiba bus terhenti dan sempat memunculkn api pada bagian ban yang pecah.
“Mungkin karena panas juga dan dipaksakan melaju jadi memicu api muncul, dan membakar bagian bawah mesin bus itu,” imbuhnya.
Akibatnya, para pengendara sempat heboh saat melihat api membakar bus tersebut. Namun, menurut dia, para warga sekitar dengan sigap langsung melakukan pemadaman sehingga api dapat dipadamkan.
“Tadi arus lalin macet karena busnya berhenti di tengah jalan. Kami sempat mendorong bus ke pinggir jalan. Lalu sejumlah warga bawa air untuk memadamkan api yang membakar bagian belakang sebelah kiri bus,” paparnya.
Sementara itu, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos 1 Cianjur, Yuswandi, mengungkapkan ledakan terjadi dipicu karena ban dalam bus pecah, dan membuat api timbul membakar bagian belakang bus.
“Kayaknya itu juga ban dalam pecah tuh karena ada faktor dari rem, sangking panasnya di jalan jadi ban dalamnya pecah meledak dan memunculkan api,” ungkapnya.
Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, pihaknya pun langsung meluncur ke lokasi dengan menerjunkan dua unit damkar untuk menangani peristiwa tersebut.
“Kami tadi langsung melakukan pendinginan pada bagian ban yang pecah, karena kondisinya masih panas setelah ban meledak dan sempat terbakar. Beruntung juga api hanya membakar bagian belakang ban saja, tidak merembet kemana-mana,” ucapnya.
Ia menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan pihaknya mengimbau masyarakat terutama pengendara untuk lebih berhati-hati ketika dalam perjalanan.
“Tentunya kepada para masyarakat dan pengendara untuk menyediakan alat pemadam kebakaran untuk mengantisipasi kejadian yang seperti tadi,” pungkasnya.(gil)





