BERITACIANJUR.COM – Kabupaten Cianjur menjadi salah satu daerah yang menjadi generasi pertama penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Jawa Barat.
Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Cianjur, Dr. Joko Ahmad Julifan, saat menghadiri kegiatan peninjauan dan pengecekan pelaksanaan pembelajaran, serta kesiapan pembangunan SNT 08 Cianjur di Kampus BBPPMPV Pertanian atau Vedca Cianjur, Jalan Raya Jangari, Kecamatan Karangtengah, Jumat (16/10/2026).
Saat ini, SNT 08 Cianjur menampung 40 siswa jenjang SMP dan 40 siswa SMA. Kegiatan pembelajaran sementara berlangsung di sekolah transit sambil menunggu pembangunan fasilitas permanen, yang direncanakan mulai akhir Oktober atau awal November 2026.
Kegiatan peninjauan tersebut juga dihadiri Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Cianjur Arief Purnawan, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin, Widyaprada Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat Ade Sunawan, serta pengajar, siswa, dan siswi SNT 08 Cianjur.
Joko menjelaskan, SNT merupakan program sekolah unggulan non-asrama yang diproyeksikan sebagai pusat pengembangan mutu pendidikan di daerah, dengan tujuan utamanya mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
Pada tahun ajaran 2026/2027 ini, sambung dia, terdapat 17 sekolah yang beroperasi, salah satunya SNT 08 Cianjur yang berlokasi di Kampus BBPPMPV Pertanian.
Berbeda dari sekolah pada umumnya, Joko menjelaskan, SNT dirancang sebagai model pendidikan yang mengintegrasikan dua jenjang sekolah berbeda, yakni SMP dengan SMA dalam satu sistem tata kelola, pembelajaran, pengembangan talenta, serta penjaminan mutu berkelanjutan.
Meskipun meliputi satu kawasan terpadu, lanjut Joko, siswa yang bersekolah di SNT tidak perlu menetap di asrama. Lewat penggabungan dua jenjang ini, pemerintah bertujuan mengintegrasikan pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, bakat, serta pemanfaatan fasilitas dengan maksimal.
“Dari segi kurikulum, SNT menggunakan kurikulum nasional yang diperkaya dengan muatan kompetensi global serta pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, and Sport),“ paparnya.
Ia menegaskan, melalui program SNT diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih setara bagi anak-anak Indonesia agar bisa belajar, tumbuh, mengembangkan minat dan bakat, serta menggapai masa depan yang lebih baik.
“SNT ini ditujukan untuk pemerataan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan. Saat ini ada 17 titik SNT, dengan harapan ke depan bisa tersebar hingga 500 lokasi di seluruh Indonesia,” jelasnya.
“Insyaallah akhir tahun ini akan dibangun di sebelah barat dari lokasi kampus ini. Dari total lahan sekitar 54 hektare milik pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen, sekitar 15 hektare akan digunakan untuk SNT,” sambung Joko.
Untuk tahap awal, SNT 08 Cianjur menyelenggarakan pendidikan jenjang SMP dan SMA. Menurut Joko, tidak menutup kemungkinan jenjang SD juga dikembangkan pada masa mendatang.
Ia menerangkan, penerimaan siswa dilakukan melalui pendaftaran dan seleksi berbasis komputer. Dari proses tersebut, sebanyak 40 siswa SMP dan 40 siswa SMA dinyatakan lolos untuk mengikuti pembelajaran di SNT 08 Cianjur.
Sementara itu, Widyaprada BBPMP Jawa Barat, Ade Sunawan, menerangkan bahwa pembelajaran di SNT didukung kurikulum yang memadukan kurikulum nasional, kurikulum adaptasi internasional, dan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Menurutnya, penerapan kurikulum tersebut diarahkan untuk membentuk peserta didik unggul melalui pembelajaran yang lebih luas dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan kompetensi siswa.
“Karena siswa yang masuk ke sini merupakan siswa pilihan dan melalui proses seleksi berbasis komputer, tujuannya untuk membentuk manusia unggul yang nantinya bisa memajukan Kabupaten Cianjur,” tuturnya.
Ade menambahkan, siswa juga mendapatkan dukungan fasilitas transportasi berupa bus antarjemput untuk menunjang akses menuju sekolah.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Cianjur menyambut baik kehadiran SNT sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Cianjur, Arief Purnawan, menilai program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul.
“Yang jelas kita menyambut baik kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi. Ini adalah investasi jangka panjang, sebuah sekolah yang membangun ekosistem pembelajaran yang hebat, baik dari metode pembelajaran, sumber daya manusianya, maupun sarana dan prasarananya,” ungkap Arief.
Ia berharap keberadaan SNT dapat melahirkan generasi unggul asal Cianjur yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah maupun Indonesia.
Senada, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung pelaksanaan program tersebut sesuai kewenangan dan peraturan yang berlaku.
“Tentu kami Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur melalui dinas teknis, apa pun yang diharapkan pemerintah pusat akan kami dukung seutuhnya, baik dari sarana prasarana, tenaga pendidik, maupun siswa, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.
Ruhli menilai kehadiran SNT juga berpotensi membantu menurunkan angka anak tidak sekolah (ATS) serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya pada sektor pendidikan.
Ia berharap program tersebut ke depan tidak hanya dikembangkan di wilayah Cianjur utara, tetapi juga dapat menjangkau wilayah Cianjur selatan sehingga pemerataan akses pendidikan berkualitas dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur.(zal)








