BERITACIANJUR.COM – Kondisi jalan rusak yang kerap dilalui siswa SMP IT Pancuh Tilu Sindangbarang merupakan jalan provinsi yang hingga saat ini tak kunjung ada perbaikan.
Hal itu disampaikan Kepala Sekolah SMP IT Pancuh Tilu Sindangbarang, Ahmad Jamaludin. Menurutnya, kondisi jalan akses sekolahnya yang rusak berlubang dan berlumpur, sudah terjadi selama bertahun-tahun.
“Iya dari pertama sekolah ini dibangun dan didirikan, kondisi akses jalannya sudah rusak kaya gini dan hingga sampai saat ini tak pernah ada perbaikan,” ujar Ahmad, Kamis (8/5/2025).
Ia mengungkapkan, kondisi jalan yang rusak tersebut sekitar 20 kilometer dan jalan itu juga merupakan akses penghubung antara Desa Mekarlaksana dan Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur.
“Jalan itu merupakan jalur penghubung dua desa dan juga jalur Kecamatan Sindangbarang yang bisa tembus ke wilayah Kecamatan Cikadu. Sepanjang jalan itu juga kondisinya rusak,” ungkapnya.
Dari total 65 siswa SMP IT Pancuh Tilu, lanjutnya, sebagian besar siswanya sudah menuruti perintah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk tidak menggunakan kendaraan ke sekolah.
Namun, pihaknya berharap fasilitas jalan yang rusak juga seharusnya segera diperbaiki, mengingat jalan tersebut merupakan akses bagi para siswa yang hendak menuju sekolah.
“Rata-rata siswa sudah berjalan kaki saat menempuh ke sekolahnya. Apalagi kalau kondisi lagi hujan, jalanan jadi penuh lumpur air hujan karena berlubang. Siswa kami sudah berjalan kaki ke sekolah, tidak menggunakan kendaraan sesuai dengan arahan Gubernur Jabar,” paparnya.
“Kami berharap fasilitasnya juga diperbaiki, agar para siswa juga lebih nyaman saat hendak ke sekolah. Mengingat juga sudah lama juga kondisinya jalan yang rusak seperti ini, belum ada perbaikan,” tambahnya.
Sementara itu, siswi kelas 8 SMP IT Pancuh Tilu Sindangbarang, Esti pratiwi (14) mengatakan, saat ia dan teman-temannya hendak berangkat sekolah dari rumahnya, terpaksa harus berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki karena kondisi jalanan yang rusak dan dipenuhi lumpur.
Hal itu, lanjutnya, terpaksa dilakukan lantaran takut sepatunya kotor saat tiba di sekolah. Bahkan, untuk mengindari kondisi jalan tersebut mereka rela melepas sepatu dan menggantungnya, lalu berjalan nyeker sepanjang perjalanan.
“Iya kami memang sebenarnya sudah terbiasa menyeker ketika berangkat sekolah, karena kondisi jalan rusak ini sudah lama terjadi. Kami juga tidak mau sepatu kotor ketika sudah di dalam kelas, makannya kami lepas,” ucapnya.
Dengan kondisi ini, sambungnya, ia dan teman-temannya berharap segera ada perbaikan untik kondisi akses jalan ke sekolahnya yang sudah lama rusak, bahkan sampai saat ini tak kunjung ada perbaikan.
“Kami hanya berharap semoga ada perbaikan, biar jalannya bagus lagi. Terutama untuk video yang kami buat juga semoga dilihat langsung oleh Gubernjur Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi,” pungkasnya.(gil/gap)









